Sumbawa Barat

Kejar Waktu Tanggap 15 Menit, Pemerintah KSB Targetkan Tiap Kecamatan Miliki Pos Damkarmat

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terus memperkuat sistem proteksi kebakaran dan penyelamatan bagi masyarakat. Melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), pemerintah menargetkan pembangunan pos pemadam kebakaran di seluruh kecamatan guna memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Kepala Dinas Damkarmat KSB, Drs. H. Abdul Razak mengungkapkan, langkah strategis ini untuk mengejar waktu tanggap darurat maksimal 15 menit sesuai amanat Permendagri. Saat ini, pendekatan pelayanan terus pemerintah perluas dengan membangun pos di wilayah-wilayah strategis.

“Tahun kemarin kita sudah bangun dua pos di Jereweh dan Seteluk. Untuk tahun 2026 ini, melalui APBD murni kita rencanakan di Brang Rea. Dan insyaAllah di APBD Perubahan nanti di Sekongkang,” ujar Abdul Razak kepada NTBSatu, Jumat, 8 Mei 2026.

IKLAN

Target besar Pemerintah KSB adalah menuntaskan pembangunan pos di seluruh kecamatan. Termasuk Poto Tano, Brang Ene, dan Maluk, paling lambat pada 2028 atau 2029.

Investasi Besar Demi Keselamatan

Pembangunan satu pos pemadam kebakaran bukan perkara murah. Abdul Razak menjelaskan, satu unit pos membutuhkan anggaran kurang lebih Rp3 miliar.

Pemerintah mengalokasikan anggaran tersebut untuk pembangunan fisik gedung sekitar Rp1,1 miliar, serta pengadaan satu unit mobil pemadam (mobil tempur) kapasitas 3.500 liter yang harganya berkisar Rp1,7 hingga Rp1,8 miliar.

“Selain sarana prasarana, penambahan personel juga menjadi risiko positif dari pengembangan pos ini. Setiap pos minimal harus dihuni 19 personel yang terbagi dalam tiga regu piket untuk bersiaga 24 jam penuh,” jelasnya.

Dominasi Operasi Penyelamatan Non-Kebakaran

Menariknya, data Dinas Damkarmat KSB menunjukkan, tugas personel di lapangan kini tidak hanya terpaku pada pemadaman api. Sepanjang 2025, angka penyelamatan non-kebakaran (evakuasi) mencapai 108 kejadian, jauh lebih tinggi daripada peristiwa kebakaran yang tercatat sebanyak 33 kasus.

Operasi penyelamatan tersebut meliputi evakuasi sarang tawon vespa, ular, pelepasan cincin, hingga penyelamatan hewan ternak yang masuk sumur. “Damkar tetap welcome karena itu memang bagian dari fungsi penyelamatan nyawa manusia dan bantuan darurat lainnya,” imbuh Abdul Razak.

Imbauan Kewaspadaan Listrik

Terkait penyebab kebakaran, Abdul Razak mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik. Mayoritas kebakaran di KSB dipicu oleh kelalaian manusia, terutama penggunaan kabel yang tidak standar SNI pada peralatan elektronik seperti pemanas air.

“Kami intens melakukan sosialisasi ke sekolah dan desa-desa. Kami minta masyarakat menggunakan kabel standar agar tidak terjadi panas berlebih yang memicu kebakaran,” jelasnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk menyimpan nomor call center Damkarmat yang kini telah terpasang di papan informasi setiap kecamatan, guna mempercepat pelaporan jika terjadi keadaan darurat. (Andini)

Artikel Terkait

Back to top button