Satu dari Dua Korban Terseret Ombak Pantai Ampenan Ditemukan Meninggal
Mataram (NTBSatu) – Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap dua korban yang terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan, Kota Mataram pada Jumat, 29 Mei 2026.
Upaya pencarian mulai membuahkan hasil. Tim SAR berhasil menemukan salah satu korban dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Sementara itu, untuk pencarian korban kedua, tim SAR mengerahkan penggunaan teknologi alat pemantau udara, atau drone thermal.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, membenarkan soal penemuan salah satu korban terseret arus.
“Pukul 08.30 WITA tadi tim SAR gabungan menemukan korban pertama atas nama Pietro dalam kondisi meninggal dunia. Posisinya mengapung di sebelah utara dari titik awal hilangnya korban,” ujarnya, Sabtu, 30 Mei 2026.
Identitas Korban dan Proses Evakuasi
Kedua peristiwa tersebut terjadi pada waktu yang hampir berdekatan. Petugas mencatat kejadian itu berlangsung di dua titik terpisah sepanjang pesisir Ampenan, yakni Pantai Skip dan Pantai Karang Buyuk.
Setelah melakukan upaya pencarian, tim SAR akhirnya menemukan salah satu korban yakni PAS. Jasadnya mengapung dengan jarak sekitar 1 kilometer arah utara, dari lokasi kejadian pertama di Pantai Skip.
Dengan penemuan korban pertama, seluruh proses pencarian dan operasi penyelamatan kini kembali fokus untuk menyisir keberadaan korban kedua yang masih hilang.
Optimalisasi Drone Thermal untuk Korban Kedua
Fokus pencarian selanjutnya terhadap AMM (9), seorang anak perempuan yang dilaporkan hanyut terseret ombak di kawasan Pantai Karang Buyuk.
Untuk memaksimalkan pencarian pada hari kedua, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam beberapa sektor.
Selain mengerahkan armada di darat dan laut, petugas kini mengoptimalkan penggunaan teknologi drone thermal, untuk mendeteksi objek dari udara berdasarkan sensor panas.
“Seluruh unsur yang terlibat pada pencarian korban pertama, langsung kembali melakukan pencarian untuk korban kedua,” lanjutnya.
Pola operasi ini menggabungkan 3 metode sekaligus, yaitu penyisiran di perairan menggunakan perahu karet dan Rigid Inflatable Boat (RIB), penyisiran darat di sepanjang garis pantai Ampenan, serta pemantauan udara secara berkala.
Operasi pencarian korban saat ini melibatkan kerja sama dari berbagai instansi mulai dari personel Kantor SAR Mataram, Sat Brimob Polda NTB, Polairud Polda NTB, Polsek Ampenan, Polresta Mataram, Koramil Ampenan, dan warga sekitar. (*)




