Operator Keluhkan Minimnya Kesadaran Sampah di Gubuk Mamben
Mataram (NTBSatu) – Operator pengangkut sampah, Tasnip, mengeluhkan minimnya kesadaran masyarakat tentang sampah. Hal ini menjadi tantangan besar pengelolaan sampah di Lingkungan Gubuk Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat.
Menurut Tasnip, salah satu kebiasaan buruk warga yang paling menyulitkan para petugas di lapangan adalah kebiasaan masyarakat.
“Di lapangan kadang-kadang tossa yang saya diamkan di sana itu, warga ndak mau taruh di atas tossa itu, di bawah dia taruh (di sekitar tempat parkir armada roda tiga),” keluhnya pada NTBSatu, Jumat, 29 Mei 2026
Akibat perilaku tersebut, ia dan petugas lainnya terpaksa harus bekerja ekstra untuk mengumpulkan sampah untuk diangkut ke armada pengangkut. “Masyarakatnya tidak ada kesadarannya gitu. Jadi itu tantangan banget di lapangan, jadi kerja dua kali juga,” tambahnya.
Selain itu, Tasnip juga menyoroti sebagian warga yang masih nekat melempar sampah langsung ke aliran air.
“Kalau ada kesadaran masyarakat, ndak dia buang di kali itu. Sampai harus turun yang bersihin kali itu,” ungkap Tasnip.
Ia menyebutkan, pihak Kelurahan telah mengupayakan berbagai solusi. Termasuk memberikan bantuan wadah sampah gratis. Namun, hal itu menguap begitu saja. “Kasih karung dulu udah pernah, berapa ribu karung kita kasih. Tapi tetep aja, gak mau (buang sampah pada tempatnya),” tuturnya.
Tansip menilai, armada roda tiga yang ia gunakan untuk operasional pengangkutan tidak bermasalah karena sudah ada pembaruan.
Dump Truk Sering Macet
Kendati armadanya sudah baru, para petugas masih kerap terkendala oleh ritme kedatangan truk pengangkut sampah (dump truck) yang beberapa kali mengalami kerusakan. Sehingga, kerap terlambat dan memicu penumpukan sampah di lingkungan.
“Ada kendala dari kedatangan truknya. Kadang-kadang truknya datang jam 3. Tapi di tempat buangnya (TPA) tutup jam 4 lebih katanya. Kalau tidak datang satu hari, numpuk, kadang karena ban bocor. Pokoknya kendala teknis gitu,” jelasnya.
Secara umum ia menilai, operasional penanganan sampah di tingkat lingkungan sudah kondusif berkat fasilitas armada yang lengkap.
Tidak hanya sarana prasarana, keberhasilan penanganan sampah di Kota Mataram juga bertumpu pada satu hal utama, yaitu kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya sendiri. (*)




