Sumbawa Barat

Kades Beru Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Mahasiswi asal KSB di Mataram

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kematian seorang mahasiswi, Nadya Dwi Ramdhany di kamar kosnya di kawasan Gomong, Kota Mataram, kepada pihak kepolisian. Langkah ini guna memastikan penyelidikan berjalan objektif dan terhindar dari spekulasi liar.

Kepala Desa (Kades) Beru, Joehari Effendy mengonfirmasi, otoritas desa pertama kali menerima kabar duka tersebut melalui pengumuman di masjid usai salat Subuh, pada 18 Mei 2026. Berdasarkan prosedur penanganan kedukaan di desa, perangkat kewilayahan langsung bergerak cepat ke rumah duka untuk memfasilitasi kebutuhan pemakaman.

“Informasi awal yang kami terima dari pengumuman di masjid. Lalu pemerintah desa langsung turun memfasilitasi pemasangan terpal dan kebutuhan logistik pemakaman,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 21 Mei 2026.

IKLAN

Mengenai kronologi dan penyebab pasti kematian korban, pihak desa mengaku, tidak mengetahui secara mendalam. Joehari menekankan, aparatur desa hanya memantau perkembangan informasi yang beredar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat dan tidak ingin mendahului penyelidikan resmi.

“Kami dari pemerintah desa hanya mengikuti alur informasi yang berkembang di masyarakat. Namun, tetap menunggu konfirmasi resmi dari keluarga dan rilis kepolisian,” tambah Joehari.

Terkait kedekatan emosional dengan almarhumah, Joehari menjelaskan, ia tidak mengenal korban secara pribadi. Hal tersebut karena korban lebih banyak menghabiskan waktu di luar daerah untuk menempuh pendidikan tinggi.

IKLAN

“Kalau kenal secara pribadi dengan almarhumah, saya tidak kenal begitu dekat. Kebetulan almarhumah juga kuliah di luar daerah,” tuturnya.

Pertemuan antara pihak desa dan korban di lingkungan tempat tinggal pun terbilang sangat jarang terjadi. Korban hanya sesekali pulang ke kampung halaman saat memasuki masa libur perkuliahan.

“Almarhumah jarang pulang ke desa, paling hanya saat libur kuliah saja. Sehingga, kami di desa hampir tidak pernah berpapasan langsung,” jelas Joehari.

Kedekatan dengan Keluarga Korban

Meski demikian, Joehari memastikan, hubungan komunikasi antara pemerintah desa dan orang tua korban berjalan dengan baik. Ayah korban merupakan figur publik di tingkat lokal yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Kalau dengan orang tuanya saya kenal baik, karena kebetulan bapaknya merupakan Ketua AGR di lingkungan ini,” ungkapnya.

Interaksi antara aparatur desa dan ayah korban biasanya berlangsung dalam kegiatan-kegiatan sosial yang pemuda maupun pihak kecamatan selenggarakan. Komunikasi tersebut berjalan selayaknya hubungan antara perangkat desa dan warga pada umumnya.

“Hubungan kami sebatas koordinasi kedinasan dan kemasyarakatan, seperti saat ada kegiatan gotong royong di lingkungan desa,” paparnya.

Mengenai kepribadian korban semasa hidup, pihak desa memandang almarhumah sebagai sosok yang baik. Ia menilai, aktivitas keseharian korban di lingkungan sosial desa normatif dan tidak pernah menunjukkan adanya persoalan yang menonjol.

“Sepanjang yang kami tahu, almarhumah adalah anak yang baik di mata masyarakat. Meskipun interaksinya di desa terbatas karena kesibukan kuliah,” urai Joehari.

Menyikapi perkembangan kasus hukum yang sedang berjalan, Pemerintah Desa Beru memilih untuk bersikap hati-hati dan netral. Otoritas desa berkomitmen untuk menyaring setiap informasi, guna mengantisipasi penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat memperkeruh suasana berkabung.

“Kami tidak ingin memercayai berita yang belum tentu benar. Apalagi, saat ini di media sosial banyak beredar kabar yang belum terverifikasi,” tegas Joehari.

Pihak desa juga menaruh harapan besar, agar aparat penegak hukum dapat bekerja secara maksimal dan profesional dalam menuntaskan perkara ini. Ia menilai, kejelasan dari hasil penyelidikan kepolisian sangat penting demi memberikan keadilan bagi semua pihak.

“Harapan kami kepada pihak kepolisian adalah semoga kasus ini bisa segera terungkap secara detail dan terang benderang. Agar tidak menjadi misteri yang berkepanjangan,” tutupnya. (Andini)

Artikel Terkait

Back to top button