Kloter Pertama Jemaah Haji Mataram Tiba 7 Juni, Mayoritas dalam Kondisi Sehat
Mataram (NTBSatu) — Kloter pertama jemaah haji asal Kota Mataram akan tiba pada Minggu, 7 Juni 2026, sekitar pukul 11.00 Wita.
Rombongan yang tergabung dalam Kloter 5 tersebut menjadi gelombang awal kepulangan jemaah haji setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Mataram, Amir Wisuda mengatakan, sesuai jadwal, jemaah akan menjalani proses penyambutan setibanya di Lombok.
“Sesuai jadwal yang kami terima, hari Ahad jam 11.00 siang jemaah sudah tiba. Biasanya nanti ada prosesi penyambutan selamat datang dari pihak embarkasi maupun pemerintah daerah,” ujarnya, Jumat, 5 Juni 2026.
Amir menyebut kondisi jemaah secara umum terpantau baik. Hingga saat ini, laporan yang diterima menunjukkan mayoritas jemaah asal Kota Mataram berada dalam keadaan sehat.
“Untuk update menyeluruh kami masih menunggu laporan lengkap petugas. Namun secara umum, kondisi jemaah sehat walafiat,” katanya.
Rincian Jemaah Haji Kota Mataram
Jemaah haji Kota Mataram tahun ini tersebar dalam beberapa kelompok terbang. Dua kloter utama terdiri atas Kloter 5 dan Kloter 10. Sementara Kloter 15, merupakan kloter gabungan bersama daerah lain.
Kloter 5 sendiri berjumlah 393 orang. Terdiri atas 387 jemaah haji reguler dan enam petugas kloter yang mencakup ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, serta tenaga kesehatan.
Selain kloter utama, sejumlah jemaah juga tergabung dalam kloter berbeda akibat mekanisme cadangan pengganti. “Ada dua orang masuk Kloter 4 dan satu orang lagi masuk kloter lainnya karena sistem cadangan yang menggantikan jemaah lain,” jelas Amir.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji asal Kota Mataram tahun ini mencapai sekitar 800 orang.
Amir juga mengkonfirmasi adanya dua calon jemaah yang batal berangkat karena persoalan keimigrasian. Satu orang tidak dapat melanjutkan perjalanan lantaran berpotensi mengalami deportasi. Sementara satu orang lainnya memilih mengundurkan diri karena mengkhawatirkan persoalan serupa.
“Setahu saya ada satu orang yang tidak jadi berangkat karena khawatir dideportasi akibat masalah imigrasi, dan satu orang lagi memilih tidak berangkat karena alasan yang sama,” ungkapnya.
Terkait penjemputan, pihak embarkasi biasanya menyiapkan stiker khusus bagi keluarga jemaah. Mekanisme pembagian stiker serta pengembalian koper dan logistik akan diinformasikan lebih lanjut menjelang kedatangan rombongan. (*)




