KNMP Bintaro Perkuat Ekonomi Pesisir dan Kesejahteraan Nelayan
Mataram (NTBSatu) – Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto, berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bintaro mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan.
Menurut Irawan, ukuran keberhasilan program tersebut tidak hanya terlihat dari berdirinya pasar ikan modern atau penataan kawasan. Tetapi juga dari meningkatnya taraf hidup masyarakat nelayan.
“Yang paling penting bagaimana KNMP benar-benar mampu menjamin kesejahteraan nelayan. Ketika ekosistem pesisir tumbuh dan aktivitas ekonomi semakin kuat, masyarakat nelayan juga akan semakin mandiri,” katanya, Minggu, 19 Juni 2026.
Ia menyoroti kondisi sebagian nelayan yang masih bergantung pada pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut, menurutnya, karena pendapatan nelayan yang belum stabil.
“Kami berharap setelah KNMP berjalan, nelayan tidak lagi bergantung pada pinjaman bank untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kalau pun mengakses KUR, pinjaman itu peruntukannya untuk mengembangkan usaha, bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Irawan menilai, keberadaan KNMP harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi pesisir yang lebih kuat. Sehingga pendapatan nelayan menjadi lebih pasti dan berkelanjutan.
Harapan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dan daerah yang tengah mengembangkan KNMP Bintaro sebagai kawasan nelayan modern berbasis ekonomi sirkular.
Percontohan Pasar Ikan Modern Berbasis Zero Waste
Saat meninjau kawasan tersebut pada Jumat, 17 Juli 2026, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, KNMP Bintaro menjadi percontohan pasar ikan modern berbasis zero waste. Menurutnya, pengelolaan limbah menjadi aspek penting agar pasar ikan tidak lagi identik dengan kondisi kumuh dan bau.
“Pokoknya tidak boleh bau. Mengelola limbah sampah ikan harus bagus, zero waste,” tegas Trenggono.
Konsep tersebut akan mendapatkan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), cold storage. Serta pemanfaatan limbah hasil perikanan agar memiliki nilai tambah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri mengatakan, penataan kawasan pesisir Bintaro menjadi bagian dari upaya pemerintah mengubah kawasan kumuh menjadi kawasan yang produktif dan bernilai ekonomi.
Menurut Alwan, kawasan KNMP akan terintegrasi dengan pasar ikan modern, rumah susun nelayan, kawasan kuliner serta berbagai fasilitas pendukung yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kami ingin kawasan ini menjadi kampung nelayan yang bersih, nyaman. Sekaligus menjadi destinasi wisata bahari dan wisata kuliner yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” tukasnya. (*)




