Kota MataramPemerintahan

Jempong Baru Dorong Pengawasan Lingkungan

Mataram (NTBSatu) – Lurah Jempong Baru, Fika Wulan Hartati, mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan menyusul temuan mayat bayi perempuan.

Ia berharap, kejadian serupa tidak kembali terjadi serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga.

Fika mengatakan, Jempong Baru memiliki jumlah penduduk cukup banyak dengan kawasan permukiman yang terus berkembang. Secara administratif, wilayah tersebut terdiri atas 12 lingkungan dan 75 RT.

IKLAN

Selain permukiman warga, terdapat pula cukup banyak rumah kos dan kawasan perumahan dengan penghuni dari berbagai latar belakang.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengawasan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Aparat saja tidak cukup untuk memantau seluruh wilayah.

Kepala lingkungan, ketua RT, pemilik kos, pengelola perumahan, serta masyarakat perlu membangun kepedulian bersama terhadap berbagai persoalan sosial.

IKLAN

“Kami mengimbau seluruh warga untuk sama-sama meningkatkan pengawasan lingkungan. Jadi, kepedulian dari semua pihak sangat dibutuhkan,” ujar Fika, Senin, 7 September 2026.

Bangun Komunikasi dan Kepedulian Sesama

Ia meminta pemilik rumah kos maupun pengelola kawasan perumahan ikut memperhatikan kondisi para penghuni. Langkah tersebut bukan berarti warga harus saling mencurigai, melainkan membangun komunikasi agar persoalan yang muncul bisa diketahui lebih awal.

Fika juga mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap acuh terhadap kondisi orang lain. Menurutnya, berbagai persoalan sosial terkadang luput dari perhatian karena kurangnya komunikasi serta kepedulian antarsesama.

Ia menilai, pencegahan kejadian serupa membutuhkan lebih dari sekadar pengawasan keamanan. Kesadaran moral dan etika perlu tumbuh kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menghargai kehidupan, menjaga sesama, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan orang lain.

“Ini bukan hanya persoalan keamanan, tetapi juga bagaimana kesadaran moral, etika dan rasa empati kita sebagai sesama manusia. Kalau ada orang yang sedang menghadapi persoalan, jangan sampai merasa sendirian atau tidak punya tempat untuk meminta bantuan,” katanya.

Fika berharap, masyarakat membangun lingkungan yang lebih terbuka dan saling mendukung. Warga yang menghadapi persoalan keluarga, kehamilan tidak direncanakan, maupun masalah sosial lainnya, menurut dia, sebaiknya segera mencari bantuan kepada pihak yang mampu memberikan pendampingan.

Ketua RT dan Kepala Lingkungan Jadi Garda Terdepan

Ia menyebut, ketua RT dan kepala lingkungan dapat menjadi jalur awal bagi warga untuk menyampaikan persoalan sekaligus mencari solusi. Kelurahan juga membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan maupun ingin menyampaikan laporan terkait persoalan sosial dan keamanan.

“Kalau ada persoalan, jangan diselesaikan sendiri dengan cara yang justru membahayakan. Bisa disampaikan kepada keluarga, lingkungan, kelurahan atau pihak yang berwenang. Kita harus punya rasa empati dan saling membantu,” ujarnya.

Fika turut meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan maupun menyebarkan informasi mengenai kasus penemuan mayat bayi tersebut.

Ia menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada kepolisian agar rangkaian kejadian serta pihak yang bertanggung jawab dapat terungkap berdasarkan fakta.

Warga yang melihat aktivitas mencurigakan juga diminta segera berkoordinasi dengan ketua RT, kepala lingkungan, kelurahan atau kepolisian. Laporan warga, kata Fika, dapat membantu aparat melakukan penanganan lebih cepat sekaligus menjaga lingkungan tetap aman.

“Jangan saling curiga, tetapi tetap waspada. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan. Kami berharap kasus ini segera terungkap dan tidak ada lagi kejadian serupa ke depannya,” katanya.

Fika berharap, seluruh elemen masyarakat Jempong Baru dapat mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Pengawasan lingkungan, kepedulian sosial, kesadaran moral, etika, serta rasa empati perlu berjalan beriringan agar tercipta lingkungan yang aman dan saling melindungi.

“Kami berharap kamtibmas Jempong Baru tetap terjaga. Mari sama-sama menjaga lingkungan, lebih peduli kepada orang sekitar dan membangun rasa empati. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait