Kota Mataram

Abian Tubuh Baru Pangkas Kasus Stunting dari 140 Jadi 15 Anak

Mataram (NTBSatu) – Kasus stunting Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kota Mataram, turun drastis dalam dua tahun terakhir. Dari sekitar 140 anak, kini tersisa 15 anak.

Lurah Abian Tubuh Baru, Adi Indra Pratama mengatakan, penurunan tersebut berkat kolaborasi pemerintah kelurahan, kader Posyandu, tenaga kesehatan, masyarakat, hingga sektor swasta.

“Penanganan stunting ini kami lakukan secara ‘kroyokan’. Kami di kelurahan menyiapkan makanan tambahan, edukasi, dan fasilitasi. Alhamdulillah, keberhasilan ini disokong penuh oleh 54 kader aktif yang tersebar di delapan lingkungan,” ujar Adi, Rabu, 26 Agustus 2026.

IKLAN

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran 54 kader yang aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat. Kader juga membantu memantau tumbuh kembang balita serta mendorong keluarga mengikuti pelayanan kesehatan secara rutin.

Program Posyandu Abian Tubuh Baru tidak hanya melibatkan Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Kecamatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), serta organisasi kewanitaan turut mengambil peran dalam penanganan kesehatan masyarakat.

Kelurahan juga menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan tersebut antara lain berupa penyediaan makanan tambahan (PMT), sarana penunjang, hingga voucher kebutuhan balita bagi warga.

IKLAN

Pelayanan Posyandu sendiri mencakup seluruh kelompok usia, mulai balita, remaja, hingga lansia. Khusus layanan Posyandu remaja, kelurahan menyesuaikan jadwal agar tidak berbenturan dengan jam sekolah.

Meski menunjukkan hasil positif, Adi mengakui masih terdapat kendala sarana dan prasarana. Sejumlah peralatan, seperti timbangan terstandar dan meja operasional, masih mengandalkan fasilitas pinjaman dari sekolah dasar (SD) maupun swadaya masyarakat.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dapat menambah dukungan sarana Posyandu, terutama peralatan yang mudah dipindahkan seperti meja lipat serta ruang publik khusus untuk kegiatan Posyandu.

“Keterbatasan fasilitas tidak menjadi hambatan bagi kader kami untuk tetap turun melayani warga. Namun, adanya dukungan sarana yang memadai tentu akan semakin memaksimalkan mobilitas kader demi mencapai target zero stunting Kelurahan Abian Tubuh Baru,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait