Jadi Sorotan, DLH Kota Bima Tegaskan Penataan Taman Rp1,22 Miliar Bukan Proyek Baru
Kota Bima (NTBSatu) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima, Syahrial Nuryadin, memberikan respons terhadap sorotan dan pemberitaan media sosial mengenai alokasi anggaran Rp1,22 miliar untuk penataan taman di tengah seruan efisiensi anggaran daerah.
Syahrial menegaskan, penataan taman dan ruang terbuka hijau merupakan bagian dari pelayanan dasar DLH. Penataan taman median di beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Amahami, hingga Lawata bukanlah proyek baru yang berlebihan, melainkan lanjutan dari perencanaan tahun sebelumnya.
“Konsepnya memang terencana secara utuh. Justru kalau penataan hanya kami lakukan sebagian lalu tidak kami lanjutkan, hasilnya akan terlihat tidak seragam. Nanti tidak tuntas, dan kurang baik dari sisi estetika kota,” ujar Syahrial, Senin, 17 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Pemkot Bima sangat memahami kondisi keuangan daerah saat ini. Oleh sebab itu, pelaksanaannya tidak dipaksakan sekaligus, melainkan menempuh proses bertahap sesuai kemampuan fiskal.
“Saat ini penataan baru mencapai sekitar 30 persen. Prinsipnya bukan membangun taman secara berlebihan, tetapi menuntaskan pekerjaan yang sudah ada dalam rencana agar tidak menjadi pekerjaan setengah jadi. Ini bagian dari ikhtiar mewujudkan Kota Bima yang BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri),” tambahnya.
Selain itu, Syahrial menampik anggapan yang menyatakan DLH hanya berfokus pada keindahan wajah kota. Ia menegaskan, DLH terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Berbagai program inovatif telah berjalan, seperti pengolahan sampah organik MAI KAKURA, gerakan Rabu Amal Sampah, serta penguatan Bank Sampah Induk (BSI) dan Bank Sampah Unit (BSU).
DLH Kota Bima juga tengah mendorong pembangunan TPS3R berbasis masyarakat serta mengupayakan pembangunan TPST di kawasan TPA Oimbo melalui dukungan pendanaan APBN. Langkah ini bertujuan agar menekan beban sampah di TPA secara signifikan.
“Jadi langkah DLH berjalan seimbang. Penataan taman dan pengelolaan persampahan dari tingkat rumah tangga hingga TPST/TPA kita kelola secara serius bersamaan,” pungkas Syahrial. (*)




