NTBPolitik

DPRD NTB Dorong Pemulihan Ekonomi Warga Sade Pascakebakaran

Lombok Tengah (NTBSatu) – Kebakaran Rumah Adat Sade tidak hanya menghanguskan rumah warga, tetapi  juga memutus sementara sumber penghasilan masyarakat.

Anggota Komisi V DPRD NTB, Sitti Ari, menyoroti kondisi tersebut. Ia meminta pemerintah segera memulihkan aktivitas ekonomi warga terdampak. Menurutnya, banyak warga Sade menggantungkan penghasilan dari aktivitas tenun dan berjualan sehari-hari.

Karena itu, pemerintah perlu bergerak cepat setelah proses pendataan warga selesai. Bantuan modal menjadi salah satu kebutuhan yang ia dorong.

IKLAN

“Bagaimana mereka segera mendapatkan modal usaha, melakukan kegiatan sehari-hari, itu dulu,” kata Sitti kepada NTBSatu, Minggu, 23 Agustus 2026.

Warga Kehilangan Peralatan dan Barang Dagangan

Sitti melihat langsung kondisi warga setelah kebakaran. Ia menemukan sebagian warga masih mencari barang yang mungkin tersisa dari rumah mereka. Menurutnya, warga bahkan kehilangan kebutuhan dasar setelah api menghanguskan rumah mereka.

“Banyak pakaian yang melekat di badan, bahkan anak-anak juga banyak yang tidak pakai sandal,” ujar legislator dari Dapil NTB VIII (Lombok Tengah 1) tersebut.

IKLAN

Selain kehilangan tempat tinggal, warga juga kehilangan barang yang menunjang aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut membuat sebagian usaha warga berhenti sementara.

Sitti Ari meminta pemerintah memetakan warga berdasarkan jenis usaha dan tingkat kerugiannya. Pemerintah kemudian dapat menentukan bentuk bantuan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Kalau memang yang notabene basic-nya adalah mereka jualan sehari-hari, tentu harus memberikan modal,” kata legislator dari fraksi PPP tersebut.

Dorong Trauma Healing untuk Warga

Selain persoalan ekonomi, Sitti Ari juga menyoroti kondisi psikologis warga terdampak. Ia melihat sejumlah warga mengalami trauma setelah menyaksikan kebakaran.

Karena itu, ia telah berkomunikasi dengan Direktur Rumah Sakit Mutiara Sukma. Komunikasi tersebut membahas kemungkinan pelaksanaan trauma healing bagi warga.

“Trauma healing, betul. Karena kita lihat lumayan lah, terutama ibu-ibu,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian tersebut juga perlu menyasar anak-anak. Mereka ikut menghadapi situasi darurat setelah kebakaran melanda permukiman.

Pemulihan Ekonomi Tidak Bisa Menunggu

Sitti menilai, pemerintah perlu mempercepat pemetaan UMKM terdampak. Pendataan akan menentukan jumlah warga, jenis usaha, serta kebutuhan bantuan.

“Jadi perlu dipetakan dulu pendataan karena ini masih berlangsung pendataan,” katanya.

Setelah pendataan selesai, pemerintah dapat menyalurkan bantuan secara lebih tepat sasaran. Bantuan modal juga perlu menyasar kebutuhan alat dan bahan usaha.

Sitti menilai langkah tersebut penting agar warga kembali memiliki aktivitas produktif. Pemulihan ekonomi tidak harus menunggu pembangunan rumah selesai.

“Harapannya saya segera mungkin pemerintah melakukan bagaimana mereka segera mendapatkan modal usaha,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan posisi Sade sebagai salah satu pusat budaya NTB. Karena itu, pemulihan kawasan perlu menjaga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Sade adalah jantung daripada budaya di NTB,” tandas Sitti Ari.

Artikel Terkait