Gunung Tambora Berstatus Waspada, PVMBG Catat Puluhan Gempa
Mataram (NTBSatu) – Evaluasi berkala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan Gunung Tambora di NTB tetap bertahan pada tingkat aktivitas Level II (Waspada). Status ini berlaku berdasarkan hasil pemantauan terhitung sejak 20 hingga 27 Agustus 2026.
Petugas pos pengamatan, Bima Prasetya Utama, membeberkan kondisi fisik gunung berapi yang terletak di perbatasan Kabupaten Dompu dan Bima tersebut pada pengamatan Rabu, 26 Agustus 2026.
”Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan. Angin lemah hingga sedang ke arah tenggara dan barat daya,” ujarnya pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Guncangan Seismik Didominasi Gempa Tektonik Jauh
Instrumen pos pemantau merekam dinamika kegempaan yang tergolong tinggi dalam kurun 24 jam. Perekaman data pada Rabu, 26 Agustus 2026 mendeteksi 1 kali gempa Guguran beramplitudo 12 milimeter dengan durasi 34 detik. Selanjutnya, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal beramplitudo 55 milimeter selama 45 detik.
Pergerakan magma di kedalaman juga memicu 9 kali gempa Vulkanik Dalam beramplitudo 7-55 milimeter berdurasi 10-30 detik. Selanjutnya, pemantau turut mencatat 4 kali gempa Tektonik Lokal beramplitudo 16-55 milimeter.
Grafik kegempaan didominasi oleh fenomena Tektonik Jauh yang mencapai 53 kali kejadian, dengan rentang amplitudo 7-55 milimeter dan durasi berkisar 61 sampai 229 detik. Akumulasi data seismik ini menunjukkan puluhan getaran merambat di kawasan tersebut dalam sehari.
Pembatasan Aktivitas dan Imbauan Bahaya Tebing
Merujuk pada tingginya catatan kegempaan, PVMBG memperketat aturan keselamatan bagi masyarakat di lereng gunung maupun para pengembara rimba. PVMBG mematok jarak aman minimal 3 kilometer dari pusat aktivitas vulkanik.
”Masyarakat di sekitar Gunung Tambora serta pengunjung atau wisatawan direkomendasikan untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam radius 3 km. Terutama dari pusat aktivitas Gunung Tambora,” tulisnya.
Petugas melarang keras warga maupun wisatawan melangkah turun ke dasar kaldera. Area di sekitar kerucut parasit Doro Afi Toi, Doro Afi Bou, serta lubang-lubang tembusan gas tertutup total.
PVMBG turut mewanti-wanti potensi risiko guguran atau longsoran batu dari tebing kaldera yang rentan runtuh akibat struktur lereng yang kurang stabil. (*)




