Robotika Masuk Pesantren, Akademisi Unram Kembangkan Pembelajaran STEM
Mataram (NTBSatu) – Pembelajaran Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) mulai merambah lingkungan pesantren melalui inovasi akademisi Universitas Mataram (Unram).
Tim Kelompok Bidang Ilmu Pengembangan dan Penerapan Internet Segala (IoT), Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unram, membawa konsep pembelajaran robotika interaktif untuk memperkuat kemampuan sains dan teknologi para santri.
Program pengabdian kemitraan tersebut melibatkan lebih dari 600 santri kelas VII hingga IX SMP-IT Putra Pondok Pesantren Abu Hurairah (PAH) Mataram.
Giri Wahyu Wiriasto, S.T., M.T. memimpin program bersama Dr. Misbahuddin, A. Sjamsjiar Rachman, Ir. Muhamad Syamsu Iqbal, Ph.D., Lalu Ahmad Syamsul Irfan Akbar, M.Eng., serta sejumlah mahasiswa.
Tim Unram mengembangkan pembelajaran melalui pendekatan inductive reasoning atau penalaran induktif. Metode tersebut mengajak santri memahami konsep sains melalui pengamatan, percobaan, dan kesimpulan dari sebuah fenomena.
Pola belajar ini membuat santri tidak sekadar menerima teori, tetapi ikut mencari hubungan antara konsep dengan hasil percobaan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjawab keterbatasan akses terhadap kit robotika modern serta belum optimalnya kurikulum ekstrakurikuler berbasis proyek pada sekolah mitra.
Robotika Sederhana Latih Nalar Santri
Tim Unram mengajak santri merancang sekaligus merakit robot sederhana menggunakan stik es krim, dua motor DC mini bertegangan 3V–6V, roda, baterai, dan saklar.
Bahan sederhana tersebut menjadi sarana bagi santri untuk mengenali prinsip kerja mekanik serta hubungan antara energi listrik dan gerakan.
Proses pembelajaran kemudian berlanjut pada aspek elektronika. Santri mencoba menyusun kabel pada breadboard dan mengamati polaritas baterai.
Perubahan arah putaran roda saat santri membalik polaritas menjadi contoh nyata untuk memahami tegangan, arus, dan resistansi.
Melalui rangkaian percobaan itu, santri memperoleh ruang untuk mengamati hasil, mengajukan pertanyaan, lalu menarik kesimpulan. Pendekatan tersebut juga melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan problem solving.
Unram Siapkan Kurikulum Robotika Berkelanjutan
Program Unram tidak berhenti pada praktik perakitan robot. Tim akademisi juga menyusun draf Kurikulum STEM Berbasis Inductive Learning untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler robotika secara berkelanjutan.
Guru pendamping turut mengikuti pelatihan selama dua hari. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis proyek sehingga sekolah mampu melanjutkan program secara mandiri.
Program ini juga mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
Penggunaan bahan sederhana menunjukkan bahwa pembelajaran teknologi tidak selalu membutuhkan perangkat mahal. Konsep tersebut membuka peluang bagi lembaga pendidikan dengan keterbatasan sarana untuk mengembangkan pembelajaran STEM secara kreatif.
Keterlibatan mahasiswa Unram turut memberikan pengalaman praktik lapangan melalui skema Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).
Selanjutnya, tim pengabdian Unram menyiapkan pengembangan robot dengan perangkat pengontrol berbasis komputer serta pengenalan dasar pemrograman.
Langkah tersebut membuka tahap baru bagi pembelajaran robotika di pesantren. Santri nantinya tidak hanya memahami mekanisme dasar robot, tetapi juga dapat mempelajari kendali otomatis dan pemrograman secara bertahap. (*)




