Pemerintahan

Pemprov NTB Teguhkan Kebudayaan sebagai Arah Pembangunan, Dorong Peran Pemuda Adat

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menegaskan komitmennya menjadikan kebudayaan sebagai arah pembangunan melalui Jambore Nasional V Barisan Pemuda Adat Nusantara.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhammad Ihwan, mewakili Gubernur, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan pemuda adat memegang peran penting menjaga identitas budaya sekaligus menghadapi tantangan global.

Jambore Nasional V BPAN mengusung tema Pemuda Adat Menjaga Identitas, Mengelola Wilayah Adat, dan Tangguh Menghadapi Krisis di Lombok Timur.

IKLAN

Menurut Ihwan, masyarakat adat telah mempraktikkan pembangunan berkelanjutan jauh sebelum konsep tersebut terkenal secara global oleh dunia.

“Ketika dunia berbicara mengenai pembangunan berkelanjutan, masyarakat adat sesungguhnya telah mempraktikkannya jauh sebelum konsep itu dikenal secara global,” ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.

Ia mengatakan, pemuda adat mewarisi rumah adat, bahasa daerah, tradisi leluhur, serta nilai gotong royong, musyawarah, penghormatan terhadap alam, dan tanggung jawab sosial.

IKLAN

Menurutnya, wilayah adat bukan sekadar ruang geografis, melainkan ruang hidup yang menyimpan identitas, sejarah, pengetahuan tradisional, serta sistem nilai masyarakat.

“Karena itu, menjaga wilayah adat berarti menjaga keberlangsungan kebudayaan sekaligus menjaga masa depan generasi berikutnya di tengah perubahan zaman,” tambahnya.

Komitmen tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan kebudayaan sebagai haluan pembangunan nasional.

Pemprov NTB terus mengembangkan 12 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagai landasan memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pembangunan berbasis kebudayaan.

Program tersebut mencakup adat istiadat, tradisi lisan, manuskrip, ritus, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, hingga cagar budaya daerah.

“Program itu juga mengakomodasi objek kebudayaan khas masyarakat Sasak, Samawa, Mbojo, dan Dompu sebagai modal budaya yang terus berkembang,” katanya.

Ihwan juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif, industri budaya, dan pariwisata budaya berbasis tradisi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kunjungi Dusun Adat Limbung Timur

Usai menghadiri jambore, Ihwan dan rombongan mengunjungi Dusun Adat Limbungan Timur dan Limbungan Barat di Kecamatan Suela, Lombok Timur.

“Kawasan adat berpotensi berkembang menjadi pusat pendidikan budaya, penelitian, wisata budaya, dan ekonomi masyarakat,” tegasnya saat berdialog bersama tokoh adat setempat.

Pemprov NTB mengajak Pemda, perguruan tinggi, komunitas budaya, lembaga adat, dunia usaha, dan masyarakat memperkuat pembangunan kebudayaan secara bersama.

“Kami (Pemprov) meyakini kebudayaan menjadi modal pembangunan yang memperkuat karakter masyarakat, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait