Pendidikan

Di Hadapan Wisudawan, Rektor Unram Ceritakan Perjuangan Tukang Pijat Biayai Anak hingga S2

Mataram (NTBSatu) – Sebuah momen menyentuh muncul dalam sambutan Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., pada prosesi wisuda, Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam pidatonya, ia menceritakan perjuangan seorang tukang pijat yang berhasil mengantarkan putranya menyelesaikan pendidikan magister (S2) di Universitas Mataram.

Prof. Sukardi memperkenalkan seorang pria bernama Adi yang hadir dalam acara tersebut. Merupakan tukang pijat yang selama ini membantunya ketika mengalami cedera setelah berolahraga.

IKLAN

“Saya melihat ada saudara saya Pak Adi di sini hadir. Beliau tukang pijat saya. Bisa berdiri Pak Adi,” ujarnya.

Rektor kemudian memperkenalkan putra Adi yang berhasil menyelesaikan Program Magister Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram.

“Beliau hari ini datang untuk mengantarkan putra beliau, Opan, yang S2 FKIP Universitas Mataram. Bisa berdiri nak, Opan?” katanya memerintah.

IKLAN

Dalam sambutannya, Sukardi menjadikan kisah tersebut sebagai contoh nyata perjuangan orang tua dalam membiayai pendidikan anak.

Pesan untuk Wisudawan

Sukardi mengingatkan para wisudawan agar tidak melupakan pengorbanan orang tua yang telah mengantarkan mereka hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.

Menurutnya, banyak orang tua rela bekerja keras dan mengorbankan apa yang mereka miliki demi masa depan anak-anaknya.

“Bahkan kebunnya juga mereka jual. Dia berjuang tak kenal lelah agar anak dapat terus belajar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung sosok ayah yang memilih menyimpan kesulitan hidupnya sendiri agar anaknya tetap dapat melanjutkan pendidikan.

“Atau mungkin ada seorang ayah yang diam-diam menyembunyikan kesulitannya karena tidak ingin anaknya berhenti kuliah,” katanya.

Kepada Opan, Prof/ Sukardi berpesan agar selalu menghargai perjuangan kedua orang tuanya.

“Kamu harus bangga memiliki orang tua yang dengan gigih memperjuangkanmu dan tidak putus doa setiap siang dan malam untuk kebahagiaanmu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh wisudawan agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan orang tua. “Jangan pernah mengecewakan orang tuamu,” pesannya.

Di balik setiap gelar yang diraih, terdapat perjuangan panjang yang sering kali tidak terlihat. Melalui kisah Adi dan putranya, Prof. Sukardi mengajak para wisudawan untuk mengingat bahwa keberhasilan akademik tidak hanya lahir dari usaha pribadi, tetapi juga dari kerja keras serta doa orang tua yang menyertai perjalanan mereka hingga hari ini. (*)

Artikel Terkait