Lombok Tengah

Lombok Tengah Belum Punya Ambulans Khusus Pasien Gangguan Jiwa

Lombok Tengah (NTBSatu)Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah belum memiliki ambulans khusus untuk menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Hingga saat ini, petugas kesehatan masih mengandalkan ambulans puskesmas dan rumah sakit untuk kebutuhan evakuasi maupun rujukan pasien gangguan jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Mamang Bagiansah mengatakan, ambulans khusus jiwa belum masuk dalam pembahasan program tahun 2027. Ia mengaku belum menerima informasi terkait penganggaran kendaraan tersebut.

IKLAN

“Sejauh yang saya tahu, selama pembahasan rencana kegiatan 2027, belum pernah saya dengar soal ambulans khusus jiwa itu,” kata nya kepada NTBSatu, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurutnya, kebutuhan transportasi pasien gangguan jiwa saat ini masih tertangani menggunakan armada yang tersedia. Baik ambulans milik puskesmas maupun rumah sakit sesuai kebutuhan pelayanan.

“Kalau membutuhkan ambulans, baik untuk ODGJ maupun non-ODGJ, kita pakai ambulans puskesmas dan rumah sakit yang ada sekarang,” ujarnya.

IKLAN

Selain persoalan armada, Dinas Kesehatan juga masih menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan jiwa. Mamang menyebut, psikolog klinis yang seharusnya bertugas di puskesmas hingga kini belum tersedia.

Padahal, keberadaan psikolog klinis merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas sebagaimana amanat Kementerian Kesehatan.

“Kalau psikolog klinis memang belum ada. Itu yang akan kita buka formasinya,” katanya.

Ia menjelaskan, psikolog klinis nantinya akan bertugas di puskesmas untuk menangani persoalan kesehatan mental masyarakat, termasuk pendampingan bagi ODGJ. Sementara layanan psikiater tetap berada di rumah sakit karena ditangani dokter spesialis kejiwaan (Sp.KJ).

Dinas Kesehatan berencana mengusulkan formasi psikolog klinis dalam kebutuhan aparatur kesehatan mendatang. Langkah tersebut harapannya dapat memperkuat layanan kesehatan jiwa di tingkat puskesmas dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental. (*)

Artikel Terkait