Sempat Dibubarkan di Berbagai Tempat, Nobar Film “Pesta Babi” Sukses Digelar Himasos Unram
Mataram (NTBSatu) – Acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film “Pesta Babi” oleh Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Universitas Mataram (Unram), sukses terlaksana tanpa hambatan, Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Soebiyanto Unram ini berjalan kondusif, kontras dengan agenda serupa sebelumnya yang sempat menuai pembubaran.
Ketua Himasos Unram, M. Rizki Sa’bana menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Keberhasilan ini menjadi capaian penting bagi penyelenggara dalam menghadirkan ruang diskusi akademik yang aman bagi mahasiswa.
“Alhamdulillah, untuk acara nobar kita aman. Tidak ada kendala atau dibubarkan,” ujarnya kepada NTBSatu setelah kegiatan selesai, Senin, 18 Mei 2026.
Acara ini juga menghadirkan dosen Sosiologi Unram, I Dewa Made Satya Parama, S.Sos., M.A., sebagai pemateri utama. Dalam tanggapannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap pemilihan film tersebut sebagai instrumen edukasi.
Menurutnya, karya visual ini memiliki nilai instruksional yang besar untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa. “Saya hanya bisa menyampaikan, film ini sangat bagus sebagai medium pembelajaran dinamis dan interaktif bagi mahasiswa,” tuturnya.
Angin Segar bagi Iklim Akademik
Ia menambahkan, lewat tayangan ini, mahasiswa diperkenalkan secara mendalam dengan berbagai isu sosial, budaya, politik, dan ekonomi, khususnya yang terjadi di tanah Papua. Dewa juga menilai, narasi visualnya efektif dalam merangsang empati sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa terhadap realitas sosial.
Lebih lanjut, Dewa menjelaskan, film “Pesta Babi” berfungsi sebagai jembatan analogi yang efektif. Melalui kasus nyata yang disajikan dalam alur cerita, mahasiswa dapat lebih mudah mempelajari dan memahami konsep serta teori sosiologi yang selama ini bersifat abstrak di dalam kelas.
Kelancaran nobar kali ini menjadi angin segar bagi iklim akademik di lingkungan kampus. Pasalnya, agenda pemutaran film yang sama sebelumnya sempat menghadapi penolakan keras.
Pada rencana aksi yang lalu, kegiatan nobar semula bertempat di Sekretariat Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unram. Namun terpaksa berhenti di tengah jalan, akibat pembubaran paksa oleh pihak birokrasi kampus dan aparat keamanan dengan alasan menjaga kekondusifan.
Dengan terlaksananya diskusi ini secara aman, Himasos Unram berhasil membuktikan, ruang dialog kritis berbasis ilmiah dapat tetap tumbuh subur di lingkungan universitas melalui koordinasi yang baik. (Yenni)




