Kota Mataram

Amtenar Tetap Angkat Budaya Sasak dalam Album “Riddim In The Air”

Mataram (NTBSatu) – Band asal Lombok, Amtenar, resmi merilis album terbarunya bertajuk Riddim In The Air pada Selasa malam, 23 Juni 2026, pukul 21.00 Wita. Meski seluruh lagu dalam album tersebut menggunakan bahasa Inggris, Amtenar tetap membawa budaya Sasak sebagai identitas yang melekat dalam karya mereka.

Jejak budaya itu tampak dalam video klip yang menyertai album tersebut. Di tengah lirik berbahasa Inggris, Bank lokal ini tetap menghadirkan nuansa Lombok melalui visual dan pesan yang mereka sampaikan.

Bassis Amtenar, Igor mengatakan, bandnya tidak ingin melupakan akar yang membesarkan mereka. Menurutnya, Amtenar selalu berupaya mengenalkan Lombok melalui karya musik, apa pun bahasa yang mereka gunakan.

IKLAN

“Amtenar juga nggak mau meninggalkan rute yang bawa dia dari Lombok walaupun lagunya berbahasa Inggris. Karena semangat Amtenar selalu begitu, mengangkat Lombok,” kata Igor saat promosi album di Kemuning Cafe, Kota Mataram.

Ia menilai, musisi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan memperkenalkan budaya daerah melalui karya yang mereka hasilkan.

“Walaupun nggak dibayar, kita punya tanggung jawab sendiri sebagai orang Lombok untuk mengangkat budaya kita dengan cara yang kita bisa,” ujarnya.

IKLAN

Budaya Sasak Jadi Identitas

Bagi Amtenar, budaya Sasak bukan sekadar pelengkap dalam karya musik. Budaya itu telah menjadi bagian dari identitas yang mereka bawa sejak awal perjalanan band tersebut.

“Itu ciri khasnya Amtenar,” ujar Igor.

Karena itu, penggunaan bahasa Inggris dalam album Riddim In The Air tidak mengubah arah yang selama ini mereka tempuh. Mereka tetap menempatkan budaya Sasak sebagai ruh yang menghidupi karya-karyanya.

Di tengah derasnya arus budaya global, Amtenar memilih tetap berpijak pada tanah tempat mereka tumbuh. Bagi mereka, musik bukan hanya ruang berekspresi, tetapi juga cara sederhana untuk memperkenalkan Lombok kepada dunia.

Melalui album tersebut, Igor juga mengajak generasi muda untuk tidak meninggalkan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

“Kita bahu-membahu, orang Lombok itu bahu-membahu mengangkat citra diri kita sendiri. Jangan ditinggal budaya kita,” katanya.

Menurut Igor, pelestarian budaya tidak harus dilakukan dalam langkah besar. Anak muda dapat memulainya dari bidang yang mereka tekuni, termasuk musik.

“Sekalipun kita tinggal di mana pun, kita beraktivitas apa pun, jangan sampai meninggalkan budaya kita, akar kita. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita sendiri,” ujarnya.

Ia berharap, semakin banyak musisi muda Lombok yang memasukkan unsur budaya lokal ke dalam karya mereka.

“Terutama teman-teman musik, paling nggak dimasukin musik-musik lokal yang kita punya. Apa pun genre musiknya,” kata Igor.

Siapkan Album Berikutnya

Selain merilis Riddim In The Air, Amtenar juga menyiapkan karya-karya baru. Album tersebut memuat sembilan lagu yang akan mereka luncurkan secara bertahap.

Igor mengatakan langkah itu menjadi cara Amtenar menjaga produktivitas sekaligus terus meramaikan industri musik.

“Supaya Amtenar nggak stuck. Jadi setiap tahun punya sesuatu yang baru untuk meramaikan industri musik. Walaupun sekarang sedang sakit, mudah-mudahan semangat nggak boleh mati,” ujarnya.

Setelah seluruh lagu dalam album tersebut rilis, Amtenar berencana kembali menggarap album baru.

“Ini ada sembilan lagu. Setelah sembilan lagu sudah rilis, kita masuk ke album baru lagi. Doain aja,” tutup Igor. (*)

Artikel Terkait