Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya jalan daerah sebagai penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia.
Pernyataan itu ia sampaikan saat meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.
Prabowo mengatakan, pembangunan jalan daerah yang telah rampung tersebar di 37 provinsi. Program tersebut mencakup berbagai wilayah. Mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
“Saya menyambut dengan bangga dan bahagia telah selesai pembangunan jalan daerah dengan total sepanjang 1.151 kilometer di seluruh pelosok Indonesia di 37 provinsi. Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat,” kata Prabowo mengutip dari live YouTube Sekretariat Presiden.
Pemerintah membangun dan meningkatkan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer melalui program tersebut. Nilai aset pembangunan infrastruktur itu mencapai Rp5,41 triliun.
Salah satu ruas yang masuk dalam program tersebut adalah Jalan Kedungdung–Bringkoning di Kabupaten Sampang. Pada ruas itu, pemerintah melebarkan jalan sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar tujuh meter. Nilai investasinya mencapai sekitar Rp14 miliar.
Prabowo menjelaskan, jalan daerah memiliki peran penting dalam mendukung distribusi hasil produksi masyarakat. Jalan yang memadai memudahkan petani, pekebun, nelayan, dan pelaku usaha menyalurkan produknya ke pasar, pusat distribusi, maupun kawasan industri.
Kebutuhan Dasar bagi Indonesia
Menurutnya, konektivitas yang baik juga memperlancar arus barang dari berbagai daerah menuju desa-desa. Karena itu, pembangunan jaringan transportasi menjadi kebutuhan mendasar bagi Indonesia.
Prabowo menilai biaya transportasi dan distribusi dapat turun apabila seluruh pusat produksi terhubung dengan kawasan permukiman melalui jaringan jalan yang memadai.
“Indonesia adalah negara sangat besar dengan wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografis yang berbeda-beda. Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman,” ujarnya.
Prabowo menegaskan pemerintah terus memperkuat konektivitas antardaerah melalui pembangunan infrastruktur yang lebih merata. Pemerintah juga berupaya memastikan seluruh wilayah memperoleh akses yang sama terhadap infrastruktur dasar.
“Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita,” tegasnya.
Ia berharap peningkatan konektivitas dapat membuat distribusi barang dan mobilitas masyarakat semakin efisien. Langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah. (*)




