Dianggap Merugikan, Pedagang Pasar Bima Minta MBG Dihentikan
Kota Bima (NTBSatu) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan oleh pemerintah memicu gelombang keluhan dari masyarakat akar rumput. Banyak pedagang mengeluhkan, hantaman ekonomi berat yang dialami pasar tradisional akibat rantai pasok yang memotong jalur distribusi mereka.
Sejumlah pedagang di Pasar Raya Bima, Paruga, mengeluhkan adanya persaingan yang pemenuhan komoditas program MBG.
Pedagang ayam potong, Feri Irawan, mengeluhkan sistem pengadaan logistik MBG yang langsung memotong rantai pasok ke tingkat produsen. Hal ini membuat volume dagangan para pedagang pasar merosot tajam.
“Selama ada MBG ini anjlok drastis penjualan. Sebelum ada MBG ini, langganan kantin sekolah kan jadi 5 kilo, 6 kilo dorang sehari naik. Tapi selama ada MBG ini, 2 kilo, sekilo, kadang tidak sama sekali,” keluhnya.
Feri menyayangkan sikap penyedia MBG yang enggan mengambil barang lewat pasar tradisional dan memilih memborong langsung dari sumbernya, sehingga membuat harga di pasar tidak stabil dan pedagang kehilangan pembeli.
“Coba orang penyedia itu, ambilnya ke kami, jangan langsung ke kandang. Mungkin karena di sana lebih murah dan untung, tapi malah kita ini rugi. Makanya sepi jualan ini, kalau bisa hentikan saja MBG,” tegas Feri.
Sejalan dengan Feri, seorang pedagang sayur, Darmawati menyebut, kehadiran MBG memicu persaingan sengit dalam memperebutkan stok pangan.
Ia menjelaskan, banyak pihak MBG membeli langsung dari petani dengan harga tinggi membuat komoditas lokal menjadi langka dan mahal bagi pedagang biasa.
“Mereka langsung ambil ke petani. Malah jadi kayak rebutan gitu, karena mereka ambil dengan harga tinggi. Sedangkan kami butuh untuk jualan, jadi nggak bisa ambil harga tinggi gitu,” jelasnya.
Darmawati menolak secara tegas keberadaan MBG. Ia menyatakan, banyak makanan yang terbuang (food waste) akibat ketidakcocokan lidah anak-anak.
“Nggak setuju, lihat anak-anak saya yang sekolah juga banyak makanan kebuang. Rasanya jarang cocok sama lidah anak-anak,” tegasnya. (*)




