Nasional

Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Silakan Cek, Saya Beri Hadiah Nanti

Jakarta (NTBSatu) – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman membantah kabar yang menyebut dirinya memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Bantahan tersebut ia sampaikan sebagai respons terhadap isu yang beredar di masyarakat.

“Kalau Pak Dudung punya dapur silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur ya,” kata Dudung, mengutip unggahan Instagram resmi Kantor Staf Presiden, Kamis, 11 Juni 2026.

Dudung menjelaskan, isu tersebut bermula beberapa bulan lalu. Ketika itu sejumlah pengurus pesantren mendatanginya. Kedatangannya untuk menyatakan kesiapannya menjadi penerima manfaat program MBG sekaligus lokasi pembangunan SPPG.

IKLAN

Menurut Dudung, pesantren-pesantren tersebut memiliki ribuan santri. Mulai dari 4.000 hingga 5.000 orang, sehingga berpotensi menjadi titik pembangunan dapur MBG.

“Karena di pesantren itu kan ada santrinya 4 ribu, ada yang 5 ribu. Sehingga bisa kita tetapkan sebagai titik untuk dapurnya,” ujarnya.

Para pengurus pesantren itu kemudian meminta Dudung untuk mempertemukan mereka dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. BGN merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program MBG.

IKLAN

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Dudung mengaku telah menyampaikannya kepada Dadan. Namun, hingga beberapa waktu kemudian, belum ada realisasi terkait pembangunan SPPG di pesantren-pesantren tersebut.

Karena itu, ia meminta agar komunikasi lebih lanjut dilakukan melalui salah satu staf BGN.

“Akhirnya silakan lah mereka berhubungan. Mereka berhubungan, saya sudah tidak ngerti apa-apa,” ungkapnya.

Dudung menuturkan, beberapa pekan lalu Dadan berkunjung ke Kantor Staf Presiden dan menyampaikan bahwa proses terkait usulan tersebut masih belum rampung.

Menurut Dudung, permintaannya untuk membantu mempertemukan pengurus pesantren dengan Kepala BGN itulah yang kemudian disalahartikan oleh sebagian pihak sebagai bukti bahwa dirinya memiliki atau mengelola Dapur MBG.

“Cuma karena saya minta tolong ke Pak Dadan itulah yang kemudian bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur,” tuturnya. (*)

Artikel Terkait