Pendapatan Kota Mataram Tembus Rp1,98 Triliun, Lampaui Target APBD 2025
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mencatat kinerja pendapatan yang positif sepanjang Tahun Anggaran 2025. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,98 triliun atau 103,65 persen dari target Rp1,91 triliun.
Capaian tersebut terungkap dalam penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 pada rapat paripurna DPRD Kota Mataram, Senin, 22 Juni 2026.
Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman mengatakan, realisasi pendapatan yang melampaui target menunjukkan kondisi fiskal daerah yang cukup baik. Menurutnya, capaian tersebut lahir dari optimalisasi berbagai sumber pendapatan, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Alhamdulillah, pendapatan daerah tahun 2025 melampaui target. Ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Berdasarkan laporan tersebut, PAD Kota Mataram terealisasi sebesar Rp671,35 miliar atau 106,22 persen dari target. Angka tersebut menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah selama 2025.
Sektor pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar PAD dengan realisasi mencapai Rp318,64 miliar. Selain itu, retribusi daerah juga mencatat peningkatan signifikan hingga mencapai Rp318,08 miliar.
Mujiburrahman menilai, peningkatan pendapatan tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus tumbuh. Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus memperbaiki sistem pengelolaan dan pengawasan pendapatan.
“Kami melihat potensi pendapatan daerah masih cukup besar. Karena itu, pemerintah akan terus melakukan pembenahan sistem agar pendapatan dapat meningkat tanpa membebani masyarakat,” katanya.
Selain PAD, pendapatan transfer juga memberi kontribusi besar terhadap struktur APBD Kota Mataram. Pada 2025, pendapatan transfer terealisasi sebesar Rp1,28 triliun atau 102,42 persen dari target yang telah ditetapkan.
Angka tersebut menunjukkan masih kuatnya dukungan pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program pembangunan di Kota Mataram. Dana transfer tersebut menjadi salah satu sumber pembiayaan berbagai program strategis daerah.
Dampak Langsung pada Masyarakat
Ketua DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, mengapresiasi capaian pendapatan yang berhasil melampaui target. Namun, ia mengingatkan agar peningkatan pendapatan tidak hanya tercermin dalam laporan keuangan, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat.
“Pertumbuhan pendapatan daerah tentu menjadi kabar baik. Namun masyarakat juga harus merasakan manfaatnya. Ketika pendapatan meningkat, kualitas pelayanan publik, infrastruktur, kebersihan kota, dan fasilitas umum juga harus meningkat,” tegas Abdul Malik.
Menurutnya, DPRD akan mencermati lebih rinci sumber-sumber peningkatan pendapatan tersebut dalam pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025. Langkah itu penting untuk memastikan seluruh potensi pendapatan daerah dikelola secara transparan dan berkelanjutan.
Abdul Malik juga berharap, capaian positif tersebut dapat menjadi modal bagi Pemkot Mataram dalam memperkuat pembangunan pada tahun-tahun mendatang.
“Yang perlu dijaga sekarang adalah konsistensinya. Jangan sampai pendapatan naik hanya satu tahun. Pemerintah harus terus menjaga tren positif ini agar pembangunan daerah bisa berjalan lebih maksimal,” pungkasnya. (*)




