DLH Kota Bima Pacu Pembangunan TPS3R Rp1 Miliar di Pasar Amahami
Kota Bima (NTBSatu) – Pembenahan sistem pengelolaan sampah Kota Bima kini memprioritaskan pembangunan infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau TPS3R. Langkah ini menjadi solusi nyata untuk menekan volume pembuangan sampah di pusat ekonomi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima, Syahrial Nuryadin membeberkan, pemerintah mengucurkan dana sebesar RP1 Miliar untuk proyek ini.
Anggaran tersebut bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bima.
“Kami ada membangun TPS3R tahun ini juga, sebesar Rp1 Miliar lebih melalui APBD, sudah termasuk operasionalnya. Lokasinya di Pasar Amahami,” ucapnya pada NTBSatu, Kamis, 18 Juni 2026.
Akselerasi proyek ini berjalan cepat karena komitmen kuat pimpinan daerah. Wali Kota Bima menempatkan isu penanganan sampah sebagai program kerja prioritas.
“Karena Pak Wali betul-betul konsen di penanganan sampah ini,” tambahnya.
Syahrial mengatakan, DLH Kota Bima menargetkan pemerataan fasilitas serupa di seluruh wilayah kota.
“Kami rencanakan tahun ini satu, tahun depan dua. Kami akan rencanakan satu TPS3R di tiap satu kecamatan,” jelasnya.
Solusi Larangan Open Dumping
Kehadiran TPS3R di Pasar Amahami menjadi sangat krusial. Menurutnya, Kota Bima harus segera mengubah sistem pembuangan sampahnya karena aturan ketat dari pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup bahkan telah
“TPA kami sudah dapat sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Jadi tidak boleh lagi ada kegiatan open dumping. Saat ini kami sedang berupaya, jadi setiap sampah yang masuk langsung timbun (landfill), sebisa mungkin,” kata Syahrial.
Melalui pembangunan TPS3R ini, proses pemilahan dan daur ulang akan selesai di tingkat kawasan sebelum menyentuh TPA.
Langkah ini menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran daerah yang saat ini baru menyentuh angka 1,9 persen dari APBD, dari standar nasional sebesar 3 persen.
“Dengan keterbatasan kami, standar nasional anggaran penanganan sampah harus 3 persen dari APBD. Saat ini kami baru di angka 1,9 persen. Tapi insyaAllah semakin tahun semakin meningkat, kami juga harus bekerja semaksimal mungkin,” pungkasnya. (*)



