Dinkes Lombok Tengah Gencarkan Tracing TBC, Warga Batuk Dua Pekan Diminta Segera Periksa
Lombok Tengah (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Tengah mengajak masyarakat yang mengalami batuk selama dua minggu berturut-turut segera memeriksakan diri.
Saat ini, Dinkes Lombok Tengah sedang menggencarkan tracing tuberkulosis (TBC) di seluruh desa untuk menemukan kasus lebih dini dan mencegah penularan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Lalu Putrawangsa mengatakan, Lombok Tengah menjadi lokus pelaksanaan tracing TBC di Provinsi NTB.
“Target penemuan kasus TBC kita sebanyak 3.712 kasus dalam setahun. Sampai pertengahan tahun ini, capaiannya masih di bawah 50 persen,” katanya kepada NTBSatu.
Tracing Menyasar Kontak Erat
Putrawangsa menjelaskan, petugas kesehatan kini melakukan tracing di seluruh desa dengan mengumpulkan warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
“Nanti kami kumpulkan kontak eratnya, kami berikan edukasi, lalu kami periksa sputumnya menggunakan alat TCM. Mudah-mudahan kami bisa menemukan kasusnya lebih cepat,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan tracing bukan untuk mencari sebanyak mungkin pasien positif. Namun, petugas ingin menemukan penderita lebih awal agar penularan bisa berhenti.
“Kita tidak berharap orang positif. Tetapi daripada dia positif tanpa ada yang tahu, itu akan menularkan ke masyarakat banyak,” ucapnya.
Menurut Putrawangsa, satu penderita TBC aktif berpotensi menularkan penyakit kepada sekitar 10 orang. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menunda pemeriksaan.
“Kalau batuk dua minggu berturut-turut, segera periksa. Jangan menunggu sampai batuk darah, berat badan turun, atau kondisinya sudah parah,” tegasnya.
Stigma Masih Jadi Tantangan
Putrawangsa mengakui stigma masih menjadi kendala utama dalam penemuan kasus TBC. Banyak warga memilih diam karena takut mendapat cap sebagai penderita TBC.
“TBC masih menjadi stigma di masyarakat. Kadang-kadang orang malu kalau dikatakan TBC. Akhirnya, mereka baru berobat ketika penyakitnya sudah parah,” katanya.
Ia memastikan TBC bisa disembuhkan jika pasien disiplin menjalani pengobatan.
“Sampai saat ini kita bisa katakan pasien TBC bisa sembuh jika minum obat secara rutin. Memang pengobatannya berlangsung selama enam bulan, sehingga kepatuhan pasien sangat penting,” ujarnya.
Pemeriksaan Terus Berjalan
Saat ini, Dinas Kesehatan Lombok Tengah mengoperasikan lima alat Tes Cepat Molekuler (TCM) di Puskesmas Sengkol, Puskesmas Dareq, Puskesmas Mantang, RSUD Praya, dan Puskesmas Janapria.
Selain itu, pihak dinas juga menunggu tambahan alat pemeriksaan dari Kementerian Kesehatan agar layanan deteksi TBC semakin cepat.
“Harapan kami, setiap puskesmas nantinya memiliki alat pemeriksaan sendiri sehingga penemuan kasus TBC bisa lebih maksimal,” tutupnya. (*)




