BRIDA KSB Gelar Anugerah Inovasi Daerah 2026, Siapkan Pendaftaran HKI
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memacu lahirnya terobosan baru melalui Anugerah Inovasi Daerah 2026.
Pihak BRIDA menyiapkan pendampingan lanjutan hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi inovasi potensial.
Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB, Indra Jaya mengumumkan ajang tahunan untuk menjaring ide kreatif tersebut. Tema kompetisi tahun ini berfokus pada pertumbuhan klaster ekonomi baru pasca-tambang di Sumbawa Barat.
“Tujuan lomba inovasi ini bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi sebagai wadah menjaring inovasi terbaik,” ujar Indra Jaya, Kamis, 12 Juni 2026.
Panitia mencatat, 20 peserta telah mendaftarkan karya mereka untuk mengikuti kompetisi tersebut hingga pekan ini. Sebanyak sembilan peserta berasal dari kategori OPD, sembilan dari sekolah, dan dua dari kategori masyarakat.
Pihak BRIDA memprediksi jumlah pendaftar tersebut masih akan bertambah sebelum batas akhir pengumpulan berkas pada 16 Juni 2026. Tim penilai mewajibkan peserta mengumpulkan inovasi yang sudah berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Yang kami nilai bukan hanya gagasannya, tetapi implementasi nyata di lapangan,” katanya.
Tahapan Seleksi
Tim juri menerapkan tiga tahapan seleksi ketat yang meliputi penilaian proposal, sesi wawancara, hingga verifikasi lapangan. Bentuk inovasi tersebut tidak melulu berbasis teknologi digital, melainkan bisa berupa program pemberdayaan masyarakat terpadu.
Namun, Indra mengakui para inovator daerah masih menghadapi tantangan berat seperti keterbatasan dukungan anggaran operasional. Mutasi pegawai pada instansi pemerintah juga kerap menghentikan keberlanjutan program inovasi yang sudah berjalan baik.
“Ada inovasi yang sudah bagus, tetapi pengelolanya dimutasi sehingga dukungannya berkurang,” ungkapnya.
BRIDA KSB berjanji mengawal inovasi yang memenuhi syarat untuk bersaing pada ajang tingkat nasional, Innovative Government Award (IGA). Langkah strategis ini bertujuan mendongkrak predikat daerah menjadi kabupaten yang “Sangat Inovatif”.
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus melalui APBD untuk membiayai pendaftaran HKI bagi karya-karya terbaik masyarakat. Fasilitas gratis ini merupakan bentuk perlindungan hukum sekaligus penghargaan tertinggi negara bagi para inovator lokal.
“Ke depan kami ingin inovasi yang lahir tidak berhenti saat lomba selesai,” tutupnya. (*)




