NTB

BMKG Rilis Daftar Wilayah Siaga Kekeringan di NTB, Ada yang 40 Hari Tanpa Hujan

Mataram (NTBSatu) – Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTB, resmi merilis daftar wilayah peringatan dini kekeringan meteorologis.

Pernyataan ini berdasarkan hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) di NTB, yang kini kian memanjang dan meluas di awal musim kemarau.

Prakirawan Staklim BMKG NTB, Made Budi Setyawan menjelaskan, keadaan tanpa hujan yang sudah berlangsung lebih dari sebulan di Kecamatan Donggo. Hal ini membuatnya masuk dalam kategori HTH sangat panjang.

IKLAN

“Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) Provinsi NTB secara umum berada pada kategori Menengah (11-20 hari) hingga Panjang (21-30 hari). HTH terpanjang tercatat di pos hujan Donggo, Kabupaten Bima sepanjang 40 hari,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.

Oleh karena itu, keadaan ini memicu peningkatan status kewaspadaan di tingkat regional, guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas.

Donggo Level Siaga, Belasan Kecamatan Waspada

Berdasarkan hasil analisis dan monitoring terbaru, BMKG menetapkan Kecamatan Donggo Kabupaten Bima berada pada level siaga kekeringan meteorologis.

IKLAN

Sementara itu, peningkatan HTH juga membuat belasan kecamatan lain di hampir seluruh kabupaten/kota di NTB mulai masuk ke dalam level Waspada.

Daftar wilayah dengan level Waspada kekeringan meliputi Kecamatan Sekotong di Lombok Barat, Janapria dan Praya Timur di Lombok Tengah. Termasuk wilayah sebaran terluas di Lombok Timur yang mencakup Suela, Wanasaba, Pringgabaya, Suralaga, Pringgasela, Sikur, Terara, Keruak, dan Jerowaru.

Hal serupa juga melanda Kecamatan Bayan di Lombok Utara, Empang, Plampang, dan Lape di Sumbawa, Kempo dan Manggalewa di Dompu. Serta Parado, Langgudu, Belo, Palibelo, dan Bolo di Kabupaten Bima.

Secara umum, curah hujan di wilayah-wilayah ini pada awal Juni 2026 memang berada pada kategori rendah. Berkisar antara 0-10 milimeter per dasarian dengan sifat hujan Bawaan Normal (BN).

Penguatan El Nino dan Imbauan Krisis Air

Selanjutnya, Budi menjelaskan meluasnya wilayah kering di NTB tidak terlepas dari masuknya periode musim kemarau dan adanya fenomena El Nino.

Budi mengatakan, pada pertengahan Juni masih ada peluang hujan lokal dengan intensitas 20 milimeter per dasarian sebesar 50-60 persen. Ini berlaku di Kota Mataram dan sebagian Lombok Barat, termasuk wilayah NTB lainnya akan berpeluang hujan di bawah 30 persen.

“Sehubungan dengan meluasnya wilayah yang masuk dalam Level Awas dan Level Siaga akibat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian memanjang. Masyarakat diharapkan dapat menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih,” lanjutnya.

Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat bijak mengatur pasokan air. Sekaligus tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan, atau meninggalkan titik api selama periode kemarau. (*)

Artikel Terkait