Dinkes NTB Telusuri Dugaan Pencemaran Bakteri E Coli di Perairan Gili Trawangan
Mataram (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menindaklanjuti dugaan adanya pencemaran laut. Informasi menyebutkan adanya temuan bakteri Escherichia Coli (E Coli), di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.
Dinkes NTB mengambil langkah tersebut untuk memastikan kepastian sumber pencemaran, serta dampak yang timbul terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Humas Dinkes NTB, Sally Dwi Aryani menegaskan, pihaknya tengah bekerja sama dengan instansi terkait untuk investigasi lanjutan mengenai dugaan adanya bakteri E Coli.
“Persoalan yang berkaitan dengan kualitas lingkungan, termasuk temuan bakteri E Coli di lingkungan perairan, perlu ada investigasi dan kajian lebih lanjut. Tujuannya untuk mengetahui sumber pencemaran, tingkat kontaminasi, serta langkah penanganan yang tepat,” ujarnya, kepada NTBSatu, Kamis, 11 Juni 2026.
Lebih lanjut, Sally menjelaskan adanya beberapa faktor penyebab munculnya bakteri E Coli di lingkungan perairan. Sumber pencemaran berpotensi berasal dari limpasan air hujan dari daratan, limbah domestik, hingga kontaminasi kotoran manusia.
Oleh karena itu, penanganan kasus ini membutuhkan kerja sama dan pengawasan ketat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Khususnya instansi yang membidangi masalah lingkungan hidup.
Risiko Kesehatan dan Pemantauan
Dari aspek kesehatan masyarakat, Sally menegaskan akan terus melakukan pemantauan berkala. Ia segera mengambil langkah taktis sesuai kewenangan, jika hasil kajian menunjukkan adanya potensi gangguan kesehatan pada masyarakat maupun wisatawan.
Meski begitu, otoritas kesehatan mengimbau publik untuk rasional dalam menyikapi isu ini. Mengingat air laut bukan merupakan sumber air untuk konsumsi secara langsung.
Penilaian potensi risiko kesehatan terus tetap berdasarkan pada hasil kajian ilmiah dan tingkat paparan riil di lapangan.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk menyikapi informasi yang berkembang secara bijak. Sebaiknya menunggu hasil kajian dan investigasi lebih lanjut dari instansi yang berwenang,” lanjutnya.
Tantangan Sanitasi Wilayah Pesisir
Di sisi lain, munculnya dugaan kontaminasi ini sebagai alarm pentingnya pembenahan tata kelola lingkungan di pulau kecil.
Ia menekankan, krusialnya manajemen pengelolaan sampah dan limbah domestik yang baik, termasuk standaridisasi penggunaan tangki septik.
Keadaan di wilayah pesisir dan pulau kecil seperti Gili Trawangan memiliki karakteristik tanah dengan daya serap yang sangat tinggi.
Karakteristik geografis ini sebagai tantangan dalam pengelolaan sanitasi lingkungan agar tidak merembes dan mencemari badan air di sekitarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Sally berharap masyarakat dan pelaku wisata di kawasan tetap konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia menganggap, upaya ini sebagai kunci utama dalam menjaga kualitas lingkungan dan mencegah risiko kesehatan akibat pencemaran. (*)



