Pemkab Lobar Siapkan Lahan Gudang Bulog Terintegrasi, LAZ Targetkan Serap Tenaga Kerja Lokal
Membuka Peluang Kerja
Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) mulai menyiapkan fondasi baru untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pemkab resmi menyerahkan hibah lahan kepada Perum Bulog, untuk pembangunan kawasan pascapanen terintegrasi yang akan dibangun di wilayah Narmada-Lingsar.
Penyerahan hibah tersebut resmi dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Lobar dan Bulog, Senin, 8 Juni 2026.
Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini mengatakan, Bulog akan membangun kawasan pascapanen terintegrasi di atas lahan seluas sekitar tiga hektare. Kawasan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai gudang penyimpanan hasil pertanian, tetapi juga terdapat fasilitas pengeringan, penggilingan, hingga pengolahan hasil panen.
“Kami menyerahkan aset daerah untuk pembangunan gudang pascapanen terintegrasi. Bulog akan membangun fasilitas itu dan kami berharap keberadaannya memberi manfaat besar bagi masyarakat Lombok Barat,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Membuka Peluang Kerja
LAZ menegaskan, pembangunan kawasan tersebut akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Karena itu, ia meminta Bulog memprioritaskan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan maupun operasional nantinya.
“Kami tekankan agar tenaga kerja dari masyarakat sekitar mendapat prioritas. Kalau pembangunan dimulai, tentu akan ada kebutuhan tenaga kerja dan itu bisa menyerap masyarakat setempat,” katanya.
Menurut LAZ, manfaat proyek tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Kehadiran gudang Bulog akan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Narmada dan Lingsar.
Ia menjelaskan, aktivitas keluar masuk barang, distribusi hasil pertanian, hingga operasional kawasan akan memicu perputaran uang di sekitar lokasi pembangunan.
“Kalau nanti aktivitas penyimpanan dan distribusi berjalan, ekonomi masyarakat di sekitar juga akan bergerak. Akan muncul perputaran ekonomi baru yang dampaknya bisa warga rasakan langsung,” jelasnya.
Pemerataan Pembangunan
Selain menyerap tenaga kerja, kawasan pascapanen terintegrasi itu juga berpotensi mendorong pemerataan pembangunan di Lobar. LAZ menilai kawasan tersebut bisa memicu tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi penunjang lainnya.
“Kalau pusat aktivitas ekonomi tumbuh di sana, bukan tidak mungkin nantinya muncul fasilitas-fasilitas pendukung lain. Dampak utamanya tetap pada tumbuhnya ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi ketahanan pangan, LAZ menilai keberadaan fasilitas penyimpanan dan pengolahan hasil panen akan membantu menjaga ketersediaan stok pangan daerah. Hasil pertanian yang selama ini langsung keluar daerah dapat tersimpan lebih lama dan menjadi cadangan pangan strategis.
“Gudang ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan. Hasil panen bisa tersimpan lebih baik sehingga stok pangan tetap tersedia dan tidak semuanya langsung keluar daerah,” katanya.
Pemkab Lobar berharap pembangunan kawasan pascapanen terintegrasi tersebut segera terealisasi. Sehingga, manfaat ekonomi dan ketahanan pangan dapat masyarakat rasakan dalam waktu dekat.
“Yang terpenting bagi kami adalah hadirnya aktivitas ekonomi baru, terbukanya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Lombok Barat,” tutup LAZ. (*)




