DPRD Lobar Desak Pemerintah Audit Seluruh Sekolah, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan
Lombok Barat (NTBSatu) – Robohnya dua ruangan di SMAN 1 Lingsar memicu kekhawatiran DPRD Lombok Barat (Lobar) terhadap kondisi bangunan sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Legislator meminta Pemerintah Provinsi NTB segera memeriksa seluruh gedung sekolah sebelum muncul korban jiwa, akibat bangunan yang sudah tua dan tidak layak pakai.
Anggota DPRD Lobar Daerah Pemilihan (Dapil) Narmada-Lingsar, Hendra Harianto, mengaku prihatin atas ambruknya ruang guru di SMAN 1 Lingsar. Ia menilai, peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk mengevaluasi kondisi fisik sekolah-sekolah di NTB.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kebetulan lokasinya berada di wilayah dapil kami, sehingga kami langsung turun melihat kondisinya. Syukurnya tidak ada korban jiwa, tetapi kejadian ini harus menjadi alarm bagi pemerintah,” ujar Hendra, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu jatuhnya korban sebelum mengambil tindakan. Ia mengingatkan, insiden di SMAN 1 Lingsar terjadi tidak lama setelah peristiwa serupa di SMAN 7 Mataram yang menimbulkan korban.
“Peristiwa-peristiwa ini jaraknya berdekatan. Karena itu pemerintah harus bergerak cepat. Jangan sampai ada korban lagi baru melakukan pemeriksaan,” tegas legislator dari PKB tersebut.
DPRD Desak Audit Sekolah
Hendra mendorong Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB bersama instansi terkait melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh bangunan sekolah, khususnya sekolah-sekolah yang berdiri sejak puluhan tahun lalu.
“Kami meminta pemerintah mengecek seluruh sekolah yang ada di NTB, terutama di Lobar. Pemerintah harus mengetahui kondisi riil bangunan sekolah agar bisa menentukan langkah penanganannya sejak dini,” katanya.
Ia menilai, upaya mitigasi jauh lebih penting daripada menunggu kerusakan bertambah parah. Menurutnya, pemerintah harus memetakan bangunan yang berpotensi membahayakan siswa dan guru agar segera mendapat penanganan.
“Kalau ada bangunan yang sudah tidak layak, segera kosongkan dan perbaiki. Keselamatan siswa dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi, mengakui banyak sekolah di NTB memiliki usia bangunan yang sama dengan gedung yang roboh di SMAN 1 Lingsar. Karena itu, pihaknya telah meminta seluruh kepala sekolah melakukan pemeriksaan kondisi bangunan dan melaporkan hasilnya ke dinas.
“Sangat banyak sekolah yang usianya sama. Karena itu kami sedang mengumpulkan data dan meminta sekolah melakukan review terhadap kondisi gedung masing-masing,” kata Syamsul saat meninjau lokasi kejadian.
DPRD Lobar berharap langkah inventarisasi dan pemeriksaan tersebut tidak berhenti pada pendataan semata. Harapannya, pemerintah segera menindaklanjuti hasil temuan di lapangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Jangan sampai robohnya sekolah di Lingsar hanya menjadi berita sesaat. Ini momentum bagi pemerintah untuk memastikan seluruh sekolah benar-benar aman siswa dan guru gunakan,” tutup Hendra. (*)




