Refleksi Pemikiran AHY: Islam yang membalut Persatuan dalam Keberagaman NKRI
Mataram (NTB Satu) – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam salah satu buku yang diluncurkannya, jelas memberi perhatian khusus pada marwah persatuan dalam kebhinekaan NKRI.
Pada bab awal buku berjudul “Tetralogi Transformasi AHY Vol. 2 – Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, Putra Sulung SBY Presiden Ke-6 Indonesia itu menyiratkan seberkas kekhawatiran akan kondisi persatuan dan kesatuan NKRI belakangan ini.
Baca Juga:
- Diwarnai Kericuhan, Musorkab Tetapkan Wabup Bima sebagai Ketua KONI
- TGB Jadi Imam Salat Asar di Kediaman Dubes Iran, Warganet Puji sebagai Panutan
- Baru Empat Hari Dibuka, Pendaki asal Belgia Terpeleset di Jalur Torean Rinjani
- Gunung Dukono Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1.400 Meter
Pada Bab yang bertajuk “Ujian Demokrasi dan Kebangsaan Kita” di buku tersebut, AHY menulis bahwa kebanggaan akan persatuan dalam keberagaman di Indonesia perlu mendapat perhatian ekstra.
“Kita, yang selama ini membanggakan persatuan dalam keberagaman, layak bertanya-tanya: “Akankah persatuan ini langgeng? Apakah keberagaman itu justru jadi sumber malapetaka bagi generasi mendatang?” Situasi hari ini tentu mengusik alam pikiran kita. Seolah-olah negeri ini terbelah menjadi dua kutub yang saling berhadapan. “Pro Kebhinekaan” versus “Pro-Islam”.
Di satu pihak, ada yang beranggapan seolah-olah Islam tidak lagi kompatibel dengan nilai-nilai demokrasi. Sebaliknya, di pihak lain, tidak sepenuhnya memahami dan menerima nilai-nilai kebhinekaan. Realitas ini bagaikan api dalam sekam.



