Realisasi Tanam Padi di Sumbawa Capai 81 Persen, Pemkab Genjot Pemanfaatan Lahan
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemkab Sumbawa mengungkapkan, realisasi tanam padi di Kabupaten Sumbawa pada 2026 mencapai 59.618 hektare atau 81 persen dari target luas tanam 73.281 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati mengatakan, capaian tersebut menunjukkan progres positif menuju target swasembada pangan di daerah.
“Realisasi tanam padi di Kabupaten Sumbawa saat ini sudah mencapai 59.618 hektare dari target 73.281 hektare,” kata Rusmawati kepada NTBSatu, Minggu, 7 Juni 2026.
Ia menjelaskan, petani menanam padi seluas 35.051 hektare pada musim hujan yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026.
Selanjutnya, petani menambah luas tanam menjadi 29.135 hektare pada periode April hingga awal Juni 2026.
Rusmawati mengatakan sejumlah wilayah telah menuntaskan penanaman padi, terutama kawasan yang memiliki sumber air memadai seperti cekdam dan embung.
“Wilayah tersebut antara lain Beringin Sila, Dam Mama, dan Batu Bulan,” katanya.
Optimis Pemanfaatan Lahan
Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa terus mendorong petani memanfaatkan lahan yang tersedia secara maksimal untuk mendukung program swasembada pangan.
Menurut Wayan, petani dapat menuntaskan sisa target tanam seluas 13.663 hektare pada musim tanam kemarau I dan kemarau II.
“Kami optimistis target tanam tahun ini bisa tercapai karena program optimalisasi pemanfaatan lahan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Memasuki musim kemarau, Rusmawati meminta petani memastikan ketersediaan sumber air dan merawat lahan secara rutin.
Ia mengimbau, petani membersihkan pematang, saluran air, dan selokan agar air irigasi mengalir lancar ke seluruh areal persawahan.
Ia juga terus mendorong pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (Opla) untuk memperkuat infrastruktur pertanian.
Melalui program tersebut, petani berperan sebagai pelaksana sekaligus pemelihara infrastruktur pertanian sesuai dana yang mereka terima.
“Petani dapat memanfaatkan dana Opla untuk memperbaiki cekdam, embung, kantong air, hingga jaringan irigasi,” tambahnya.
Rusmawati mengatakan, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan desain dan rencana kerja untuk memudahkan pelaksanaan program tersebut di lapangan.
“Percepatan tanam pada musim tanam kemarau I menjadi kunci menjaga produksi padi, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa,” tegasnya. (*)




