Jalan Kwang Rundun Rusak Berat, Pemkab Lombok Tengah Ngaku Belum Punya Anggaran Perbaikan
Lombok Tengah (NTBSatu) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah mengakui belum tersedia anggaran untuk menangani ruas jalan Gerunung–Kwang Rundun yang rusak berat.
Kondisi ini menjadi sorotan setelah warga memperbaiki jalan secara swadaya karena merasa janji perbaikan yang kerap muncul saat pemilu belum kunjung terwujud.
“Untuk saat ini belum ada peningkatan ataupun pemeliharaan. Anggaran kami sangat terbatas,” kata Ahli Muda Penata Kelola Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Lombok Tengah, Ekanita, kepada NTBSatu, Selasa, 3 Juni 2026.
Ekanita menjelaskan, ruas Gerunung–Kwang Rundun merupakan jalan kabupaten dengan kondisi eksisting berupa lapis penetrasi (lapen) yang saat ini mengalami kerusakan berat.
Meski demikian, pemerintah daerah telah melakukan pemeliharaan pada ruas tersebut pada tahun 2023 dan 2025.
“Pemeliharaannya dengan melapis ulang aspal. Pemeliharaan yang dilakukan juga segmentasi, dikerjakan hanya pada bagian yang rusak saja. Jadi bisa saja kerusakannya pada segmen yang tidak ditangani sebelumnya,” jelasnya.
Menurut Ekanita, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala. Sehingga pemerintah belum bisa melakukan penanganan secara menyeluruh. Karena itu, perbaikan yang pernah dilakukan difokuskan pada titik-titik kerusakan tertentu yang dianggap membutuhkan penanganan.
Apresiasi Aksi Warga
Terkait aksi warga yang memperbaiki jalan secara mandiri, ia mengaku mengapresiasi inisiatif masyarakat daerah tersebut.
“Tentunya mengapresiasi inisiatif masyarakat tersebut,” ujarnya.
Ke depan, Ekanita berharap ruas jalan Gerunung–Kwang Rundun dapat memperoleh alokasi anggaran sehingga penanganan jalan bisa secara lebih menyeluruh.
“Semoga untuk tahun-tahun mendatang ada alokasi anggaran untuk mengerjakan ruas tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, warga Kwang Rundun bergotong royong memperbaiki jalan rusak menggunakan dana hasil patungan. Hal ini karena kondisi jalan yang rusak dan mengganggu aktivitas sehari-hari warga dan belum mendapatkan penanganan yang mereka harapkan dari pemerintah.
Warga juga mengaku kerap mendengar janji perbaikan jalan saat momentum pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah. Namun hingga kini, jalan tersebut belum mendapatkan perbaikan secara menyeluruh. (Caca)




