AdvertorialPendidikan

Reboisasi Hutan Desa Lestari Oi Saro, KKN UMMAT Perkuat Kolaborasi Pelestarian Lingkungan

Mataram (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 40 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan reboisasi atau penanaman pohon di kawasan Hutan Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Sabtu, 11 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 550 bibit pohon kehutanan dan tanaman buah merupakan bantuan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Dodokan Moyosari Manggalewa Dompu, diserahkan untuk ditanam sebagai upaya mendukung pelestarian hutan, menjaga keberlanjutan sumber mata air, sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui pengembangan Hutan Desa Oi Saro.

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kecamatan Sanggar, Pemerintah Desa Oi Saro, Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Ampang Riwo Wilayah VI yang diwakili Kepala Resort Sanggar KPH Tambora, Nuriwasyah, S.Y., masyarakat, pemuda, serta berbagai unsur lainnya sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan..

IKLAN

Camat Sanggar, Mas’ud mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UMMAT yang dinilai mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Keberadaan Hutan Desa Oi Saro sangat penting karena menjadi sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian. Kami berharap pemerintah desa terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mengembangkan potensi hutan desa secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menilai, kegiatan reboisasi yang diprakarsai mahasiswa merupakan langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan hutan.

IKLAN

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Sepanjang yang saya ketahui, ini merupakan kegiatan penanaman pohon pertama yang diprakarsai mahasiswa di kawasan Hutan Desa Oi Saro dan melibatkan masyarakat secara langsung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Oi Saro, Ridwan, A.Ma., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UMMAT atas pelaksanaan program penghijauan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Mataram. Penanaman pohon ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi akan kami rawat hingga tumbuh dengan baik sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian Hutan Desa Saro Lestari,” katanya.

Ridwan berharap Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Pemerintah Kabupaten Bima terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Hutan Desa Oi Saro, terutama melalui peningkatan infrastruktur menuju kawasan wisata edukasi hutan desa.

“Kondisi akses jalan menuju kawasan hutan masih memerlukan perhatian. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis potensi wisata edukasi dan manfaat ekonomi bagi masyarakat dapat terus berkembang,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Balai Kesatuan Pengelola  Hutan (BKPH) Ampang Riwo Wilayah VI yg diwakilih oleh Kepala KPH tambora Resort Sanggar Nuriwasyah, S.Y., menjelaskan bahwa Hutan Desa Oi Saro memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan terus didampingi sejak izin pengelolaannya diterbitkan pada 2024.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki keanekaragaman flora dan fauna, termasuk satwa endemik seperti landak, serta sumber mata air yang saat ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 100 kepala keluarga di Desa Oi Saro.

Selain itu, kawasan hutan juga memiliki potensi hasil hutan bukan kayu, seperti madu hutan, yang masih dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi masyarakat.

Nuriwasyah berharap keberhasilan pengelolaan Hutan Desa Oi Saro dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan reforestasi tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN Angkatan 40 UMMAT di Desa Oi Saro yang bertujuan mendukung pelestarian lingkungan, menjaga keberlanjutan sumber mata air, serta memperkuat pengembangan Hutan Desa Oi Saro sebagai kawasan wisata edukasi berbasis konservasi yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat. (*)

Artikel Terkait