Lombok Barat

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Lobar Gunakan AKSI PELITA untuk Ukur Numerasi Siswa

Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar, dengan memetakan kemampuan numerasi siswa secara lebih terukur.

Pemkab Lobar menggunakan Alat Asesmen Numerasi AKSI PELITA, untuk memetakan kemampuan numerasi peserta didik tingkat sekolah dasar.

Instrumen ini membantu guru mengenali kemampuan numerasi siswa sejak awal, sehingga proses pembelajaran lebih tepat sasaran.

IKLAN

Selama ini, banyak sekolah menghadapi tantangan dalam memetakan kemampuan siswa secara akurat. Akibatnya, guru sering menggunakan pola pembelajaran yang sama untuk kemampuan belajar yang berbeda.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar menghadirkan AKSI PELITA. Instrumen ini bisa menjadi alat bantu asesmen numerasi yang lebih kontekstual dan memudahkan penggunaannya.

Wakil Bupati Lobar, Nurul Adha menilai, kemampuan numerasi merupakan fondasi penting bagi perkembangan peserta didik.

IKLAN

“Kemampuan numerasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang sangat penting dimiliki peserta didik untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujarnya saat peluncuran AKSI PELITA di SDN 1 Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia berharap, guru dapat memanfaatkan hasil asesmen untuk menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan setiap siswa.

“Pemkab Lobar berharap AKSI Pelita ini bisa menjadi instrumen yang membantu guru memetakan kemampuan siswa secara lebih akurat sehingga pembelajaran dapat sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata UNA, sapaan akrabnya.

Dasar Perbaikan Pembelajaran

Pemkab Lobar menilai, peningkatan mutu pendidikan tidak cukup mengandalkan kurikulum semata. Sekolah juga membutuhkan data yang valid agar guru mampu menyusun intervensi pembelajaran yang efektif.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong penggunaan instrumen asesmen yang mampu menghasilkan gambaran kemampuan siswa secara lebih rinci.

Menurut UNA, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan inovasi yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. “Peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menilai, data hasil asesmen dapat membantu sekolah menentukan langkah perbaikan yang lebih terukur. “Melalui pengembangan alat assessmen yang kontekstual dan mudah penggunaannya, sekolah diharapkan mampu memperoleh data yang lebih baik sebagai dasar dalam menyusun strategi pembelajaran yang efektif,” lanjutnya.

Harapannya, AKSI PELITA dapat memperkuat budaya pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan peserta didik. Nantinya, guru dapat lebih cepat mengenali kesenjangan kemampuan numerasi serta menentukan pendampingan yang sesuai.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, dan daya saing yang lebih kuat pada masa mendatang. (*)

Artikel Terkait

Back to top button