Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana Digantikan Nanik Deyang
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN dan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai penggantinya.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Negara, Selasa, 6 Juni 2026 malam.
“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Pertama, saudara Dadan sebagai Kepala BGN, kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, ketiga saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil BGN, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini,” ujar Prasetyo.
Ia menambahkan, Presiden juga menetapkan susunan pimpinan baru di BGN.
“Untuk selanjutnya Presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru,” katanya.
BGN merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan Hindayana tercatat sebagai Kepala BGN pertama yang dilantik oleh Presiden Prabowo.
Dadan menjabat sejak Agustus 2024 hingga akhirnya digantikan. Selama masa kepemimpinannya, ia didampingi tiga wakil, yakni Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan, serta Nanik Sudaryati Deyang yang menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Pergantian pimpinan ini terjadi di tengah sorotan terhadap pelaksanaan program MBG. Selama kepemimpinan Dadan, sejumlah kasus keracunan makanan menimpa siswa penerima manfaat program tersebut di berbagai daerah.
Akibat berbagai insiden tersebut, BGN beberapa kali membekukan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab sebagai penyedia menu MBG.
Berdasarkan data terbaru, sejak program MBG mulai berjalan pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG tercatat pernah dikenai penghentian sementara atau suspend.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang telah diperkenalkan sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024.
Mengacu pada data yang dirilis per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 61.239.037 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49.057.682 penerima merupakan siswa sekolah di berbagai jenjang pendidikan. (*)




