HukrimNasional

Siapa Saja yang Disadap Listyo Sigit Selain Prabowo? Ini Daftarnya

Mataram (NTBSatu) – Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka utama.

Penyelidikan mendalam menunjukkan sasaran operasi senyap itu tidak hanya menyasar Presiden Prabowo Subianto. Beberapa pihak lain juga terseret sebagai target operasi ini.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala, menduga aksi tersebut terjadi demi kepentingan orang lain.

“Kuat dugaan, penyadapan tersebut bukan untuk kepentingan negara atau kepentingan Polri. Tetapi untuk kepentingan pihak lain,” ujarnya, mengutip Kompas.com pada Rabu, 4 November 2026.

Sebelumnya, penyidik mendapati jaringan penyadapan ilegal tersebut bergerak secara sistematis di luar prosedur hukum yang sah. Pihak kepolisian menduga tersangka melakukan aktivitas pemantauan komunikasi tersebut tanpa kaitan dengan proses penyelidikan resmi institusi penegak hukum.

Bareskrim menegaskan, tindakan melawan hukum ini melibatkan sejumlah perwira tinggi dan pihak swasta dalam satu jaringan. Para tersangka diduga menggunakan perangkat pemantau canggih untuk memata-matai target secara diam-diam selama berbulan-bulan.

Deretan Sasaran Penyadapan

Berdasarkan data penyidikan Bareskrim Polri, operasi penyadapan ilegal tersebut menjangkau berbagai elemen strategis di dalam negeri. Kelompok pertama yang menjadi target utama adalah unsur pimpinan tertinggi negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, operasi senyap ini juga menyasar kalangan politikus serta pimpinan partai politik di tingkat nasional. Target berikutnya meliputi insan pers dan media massa, yang mencakup sejumlah awak media serta pemimpin redaksi.

Jaringan pemantauan itu turut membidik para pimpinan organisasi kemasyarakatan serta aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LS independen. Kalangan dunia usaha nasional, termasuk para pengusaha dan pelaku bisnis terkemuka, tidak luput dari sasaran.

Penyidik terus mendalami dokumen digital dan berhasil mengamankan rekaman suara yang dari para tersangka penyadapan tersebut. Tim laboratorium forensik kepolisian kini sedang menganalisis berbagai barang bukti elektronik secara mendalam oleh.

Sorotan Kriminolog dan Motif Politik

Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala menilai, keterlibatan perwira tinggi dalam skandal ini menunjukkan pelanggaran hierarki komando. Sebagai pejabat tertinggi pada masa itu, pihak kepolisian menduga kuat Listyo Sigit bertindak sebagai aktor intelektual utama.

“Sebagai pejabat tertinggi saat itu, Listyo Sigit diduga kuat menjadi intellectuelle dader yang mengarahkan tindak pidana tersebut,” katanya.

Para pengamat juga mendesak kepolisian untuk membuka motif di balik tindakan melawan hukum ini secara transparan kepada publik. Tindakan menguping komunikasi para petinggi negara tentu sangat mencederai prinsip demokrasi serta merusak integritas institusi.

Hingga kini, penyidik terus melengkapi berkas perkara serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut. Harapannya, proses hukum terhadap seluruh tersangka berjalan objektif tanpa intervensi dari pihak mana pun demi keadilan. (*)

Artikel Terkait