Pemerintahan

Dua Korem Dibentuk, Kodam XXX/Rinambora Bagi Markas Pertahanan Lombok dan Sumbawa

Mataram (NTBSatu) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan rancangan struktur operasional Komando Daerah Militer (Kodam) XXX/Rinambora Wilayah NTB dengan membagi wilayah markas secara seimbang.

Melalui pembentukan Kodam baru ini, pihak Kodam bakal menaungi dua Komando Resort Militer (Korem) yang membentang di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Langkah ini diambil oleh pemerintah daerah bersama TNI untuk menjaga keseimbangan geografis sekaligus memperkuat jaminan keamanan di seluruh wilayah NTB. Sementara itu, Iqbal mengatakan Kodam XXX/Rinambora ini menargetkan Markas Kodam Rinambora rampung dan beroperasi penuh pada akhir 2027.

Dua Markas Korem Jaga Keseimbangan Geografis

Iqbal menjelaskan bahwa pembagian dua markas Korem telah menjadi bagian dari penataan organisasi sejak awal pembentukan Kodam Rinambora.

Dalam struktur ini, satu Korem memegang kendali teritorial di Pulau Lombok, sementara satu Korem lainnya berpusat mengawasi Pulau Sumbawa.

“Satu Korem memegang kendali teritorial di Pulau Lombok, sementara satu Korem lainnya berpusat mengawasi Pulau Sumbawa,” ujar Iqbal pada Selasa, 3 November 2026.

Selain penataan markas, proses ini juga berjalan paralel dengan alih komando kendali dari Kodam IX/Udayana. Setelah menyelesaikan alih komando kendali tersebut, Kodam IX/Udayana akan memfokuskan pengawasan di wilayah Bali, sedangkan NTB mengelola komando pertahanan secara mandiri.

Ketersediaan Lahan Tentukan Lokasi Batalyon

Di samping penataan Korem, Iqbal membeberkan bahwa TNI menyertai pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) untuk mengembangkan kekuatan militer di NTB.

Pada tahap awal, TNI menempatkan Batalyon TP di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu atas pertimbangan ketersediaan lahan.

Hal ini terjadi karena aturan memuat larangan alih fungsi lahan pada sebagian besar kawasan di Pulau Lombok yang mengantongi status Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

Meski demikian, pemerintah daerah bersama TNI akan terus mengupayakan agar keberadaan Batalyon TP kelak melingkupi seluruh kabupaten di NTB.

Sinergi Jaga Aset Strategis dan Event Internasional

Sementara itu, Panglima Kodam (Pangdam) XXX/Rinambora wilayah NTB, Mayjen TNI Edi Saputra, menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengamankan aset strategis daerah.

Pihaknya memfokuskan sinergi bersama Kepolisian Daerah NTB untuk menjaga kondusivitas wilayah serta mendukung agenda internasional, seperti yang berlangsung di KEK Mandalika.

“Nah, dukungan pertahanan melalui dua markas Korem ini akan memperlancar penyelenggaraan event berskala internasional. Pada akhirnya, sinergi tiga pilar menjadi kunci utama untuk menggerakkan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait