Okupansi Hotel di NTB Turun pada September 2026, Kunjungan Wisatawan Menyusut
Mataram (NTBSatu) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat penurunan tingkat hunian kamar hotel di daerah ini pada September 2026.
Penurunan tersebut terjadi seiring berakhirnya masa puncak kunjungan wisatawan atau peak season yang sebelumnya mendominasi sektor pariwisata regional pada pertengahan tahun.
Kepala BPS NTB, Wahyudin, menyampaikan pergerakan angka okupansi hotel bintang maupun non-bintang mengalami penyesuaian bulanan setelah melewati bulan-bulan keramaian kunjungan.
Berkurangnya volume kedatangan wisatawan berimbas langsung pada penurunan tingkat keterisian kamar di sejumlah destinasi wisata.
“Untuk tingkat hunian kamar hotel pada bulan September, baik itu hotel bintang maupun hotel non-bintang. Semuanya mengalami penurunan,” ujarnya pada Senin, 2 November 2026.
Okupansi Hotel Melemah Pascamusim Liburan
Berdasarkan data statistik BPS per September 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di NTB berada pada posisi 44,86 persen. Sementara itu, TPK untuk kategori hotel non-bintang tercatat sebesar 31,17 persen.
Koreksi angka keterisian kamar tersebut merupakan pola musiman setelah melewati puncak pergerakan wisatawan pada periode Juni hingga Agustus. Penurunan jumlah kedatangan traveler domestik maupun wisatawan mancanegara pada bulan laporan turut memperpendek durasi kunjungan.
Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang tercatat 1,93 hari, sedangkan di hotel non-bintang berada di angka 1,58 hari.
Secara bulanan, jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada September 2026 terkoreksi menjadi 122.582 orang, atau turun 13,57 persen daripada Agustus.
Penurunan juga terjadi pada hotel non-bintang dengan total 165.240 tamu, menyusut 4,76 persen dari bulan sebelumnya. Meskipun mengalami penyusutan bulanan, akumulasi total tamu menginap sejak Januari hingga September 2026 tetap terjaga pada angka 2,31 juta orang.
Sebaran Kunjungan di Kabupaten dan Kota
Kondisi okupansi menunjukkan sebaran beragam di tingkat kabupaten dan kota di NTB. Kabupaten Lombok Tengah mencatatkan TPK hotel tertinggi pada September 2026 mencapai 52,31 persen, disusul Kabupaten Lombok Utara sebesar 47,34 persen.
Dari sisi volume kedatangan tamu, Kota Mataram menjadi wilayah tujuan utama menginap dengan akumulasi 86.445 orang, diikuti Lombok Tengah dan Lombok Utara.
Pihak BPS menggarisbawahi data okupansi hotel ini berfokus pada tamu akomodasi komersial. Sehingga tidak mencakup wisatawan pelintas harian maupun pengunjung yang menginap di fasilitas non-hotel seperti kemah pegunungan. (*)




