Mahasiswa Soroti Minimnya CCTV di Kos Sekitar TKP Mahasiswi Unram
Mataram (NTBSatu) – Kasus kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinisial NDR di kamar kos wilayah Gomong, Kota Mataram, memunculkan perhatian mahasiswa terhadap sistem keamanan lingkungan kos. Terutama, terkait minimnya kamera pengawas atau CCTV.
Sejumlah mahasiswa penghuni kos di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni Mia, Sumi, Ana, Eka, dan Yaya menilai, keberadaan CCTV penting untuk mendukung keamanan penghuni kos. Sekaligus membantu proses pengawasan apabila terjadi sesuatu.
“Kalau menurut saya kurang aman karena belum ada CCTV. Untuk lingkungan luar sebenarnya cukup aman karena penjaga kos sering keliling. Bahkan, kadang membantu menutup pintu gerbang kalau penghuni lupa,” ujar Yaya dalam keterangan video kepada NTBSatu, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurut mereka, perhatian terhadap keamanan kos tidak hanya menjadi tanggung jawab pemilik kos, tetapi juga seluruh penghuni. Mereka menilai, masih perlu meningkatkan kesadaran menjaga keamanan bersama.
“Kadang anak-anak kos kalau keluar jarang tutup gerbang lagi, jadi area kos kelihatan terbuka dari luar,” ungkap Yuni.
Meski kasus tersebut menjadi perhatian, mereka mengaku tetap nyaman tinggal di kos masing-masing karena lingkungan yang sudah saling mengenal. “Kalau pindah kos enggak ada niat sama sekali. Karena di kos sekarang kami sudah nyaman dan saling kenal satu sama lain,” jelas mereka.
Batasi Aktivitas di Malam hari
Pasca kasus kematian mahasiswa Unram tersebut mencuat, para penghuni kos mengaku mulai lebih memperhatikan keamanan pribadi. Misalnya, memastikan pintu kamar terkunci dan membatasi aktivitas di malam hari.
“Kalau sebelumnya pulang kerja atau aktivitas bisa sampai jam sebelas atau dua belas malam, sekarang lebih memilih pulang jam sembilan atau sepuluh malam,” kata Ana.
Mereka berharap pemilik kos mulai memperhatikan fasilitas keamanan, terutama pemasangan CCTV, demi memberikan rasa aman bagi penghuni. “Harapannya semoga ada CCTV supaya kalau terjadi apa-apa ada bukti yang bisa membantu,” ujar Eka.
Selain itu, mereka juga berharap, aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus tersebut agar tidak memunculkan berbagai asumsi di tengah masyarakat. “Semoga pelakunya cepat terungkap dan kronologinya dijelaskan lebih detail, supaya enggak muncul macam-macam asumsi,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, para mahasiswa turut menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. “Semoga almarhumah ditempatkan di sisi terbaik dan keluarganya diberikan ketabahan,” tutup mereka. (Caca)




