Kabupaten BimaPemerintahan

Pilkades Serentak 2026, Bupati Bima Ingatkan Demokrasi Damai

Bima (NTBsatu) – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan berlangsung pada 5 Desember 2026 mendatang.

Jelang Pilkades 2026 berlangsung, Bupati Bima, Ady Mahyudi mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan Pilkades serentak dengan mengedepankan keamanan, ketertiban, dan persatuan.

Pilkades menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin desa yang diharapkan mampu membawa perubahan dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurutnya, pesta demokrasi bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan di tingkat desa. Namun, proses tersebut merupakan bagian penting dari penyelenggaraan demokrasi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan desa.

“Saya berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan dengan baik, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan pemungutan suara,” kata Bupati Bima.

Bukan hanya itu, politisi PAN itu meminta masyarakat agar menjaga suasana yang kondusif sehingga proses pemilihan kepala desa tidak terganggu oleh konflik maupun perselisihan.

“Jadi situasi kondusif harus menjadi prioritas utama kita bersama demi kelancaran pembangunan dan kenyamanan warga,” terangnya.

Ia menekankan, tolak ukur keberhasilan Pilkades tidak hanya dari kesiapan penyelenggara, tetapi juga oleh kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan pilihan politik.

Ia menilai, dukungan masyarakat untuk menjaga ketertiban penting. Tujuannya, agar pelaksanaan Pilkades tidak menimbulkan perpecahan yang dapat menghambat kehidupan sosial maupun pembangunan di desa.

“Untuk gelombang pertama tahun 2026, sebanyak 57 desa akan melaksanakan Pilkades pada 5 Desember 2026,” ucapnya menegaskan.

Jaga Antarsesama

Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy mengajak warga untuk menjadikan Pilkades sebagai sarana memperkuat hubungan kekeluargaan.

Kata Irfan, perbedaan pilihan dalam menentukan calon pemimpin merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak semestinya merusak hubungan antarsesama warga.

“Ajang Pilkades ini hendaknya kita jadikan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga, bukan sebaliknya,” ujar Irfan.

Bupati Bima juga meminta secara tegas kepada masyarakat tetap menjaga persaudaraan, baik sebelum maupun setelah pemungutan suara.

Dengan demikian, siapa pun yang mendapatkan kepercayaan masyarakat dapat menjalankan kepemimpinan tanpa dibayangi perpecahan di tengah warga. (MSR)

Artikel Terkait