Pemerintahan

Pemprov NTB Kebut Perbaikan Jalan dan Integrasi Pasar Seni Lombok Jelang MotoGP Mandalika

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus mematangkan kesiapan infrastruktur dan aksesibilitas menjelang MotoGP Mandalika 2026.

Fokus penataan kini mengarah pada perbaikan infrastruktur jalan pendukung, penerangan, hingga penyediaan hiburan pendukung (side event) di berbagai titik destinasi wisata sekitar sirkuit.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia mengatakan, khusus infrastruktur jalan, menjadi sorotan sekarang adalah ruas yang sempat amblas di koridor Bundaran BIZAM menuju Bundaran Sunggung.

IKLAN

“Dinas Perhubungan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) berkoordinasi secara ketat untuk menuntaskan perbaikan titik tersebut,” kata Aulia belum lama ini.

Selain itu, pemerintah juga terus membenahi penerangan jalan umum. Kemudian, kesiapan moda transportasi udara di bandara sebagai pintu masuk utama penonton maupun pembalap demi memberikan kesan pertama yang optimal.

“Bandara merupakan first impression kedatangan, baik bagi pembalap, penonton, maupun orang yang berkunjung ke Nusantara. Tentunya ini momen bagi kita untuk terus menata area tersebut menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.

IKLAN

Aulia memastikan kesiapan teknis panitia daerah telah berjalan sesuai jadwal. Panitia menjadikan evaluasi dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya sebagai acuan utama perbaikan. Termasuk menyediakan fasilitas dan akses khusus bagi penonton disabilitas yang mulai berlaku pada gelaran kali ini.

Klaim Penjualan Tiket Laris

Memasuki kurun dua bulan menjelang ajang balap internasional tersebut, tingkat penjualan tiket tercatat sudah mendekati angka 50 persen dari total target 145 ribu penonton.

Aulia menegaskan, panitia tidak hanya memusatkan atraksi hiburan di dalam sirkuit. Langkah ini bertujuan mengurai penumpukan massa sekaligus memutar roda ekonomi lokal. Deretan artis nasional seperti Judika dan Ghea Indrawari akan memeriahkan panggung utama di venue. Sementara itu, Pemprov NTB mendorong kawasan destinasi seperti Amphitheater Senggigi hingga pusat-pusat kuliner untuk menyajikan kegiatan hiburan bagi wisatawan.

“Harapannya side event ini tidak hanya berlangsung di lokasi venue, tetapi juga dimanfaatkan oleh masing-masing kawasan destinasi. Setelah menyaksikan balapan, wisatawan tentunya akan menuju ke tempat kuliner dan tempat nongkrong, sehingga pengelola perlu menyajikan kegiatan atraksi di tempat tersebut,” tambahnya.

Pemprov NTB bersama para agen perjalanan juga menyiapkan paket wisata ke destinasi unggulan serta menyediakan fasilitas glamping di kawasan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai opsi akomodasi alternatif.

Di luar persiapan teknis ajang balap, pemerintah terus memproses penataan infrastruktur penunjang jangka panjang. Tim penyusun kini menyesuaikan Detail Engineering Design (DED) Pasar Seni Lombok senilai Rp81 miliar agar terintegrasi langsung dengan Pelabuhan Fastboat sebagai area transit terpadu.

“Dulu desain pertama hanya membahas Pasar Seni saja. Namun, karena di dekat situ ada Pelabuhan Fastboat, kami berharap kawasan ini bisa mengintegrasikan pelabuhan di sisi laut dan mendukung sisi darat. Dengan demikian, saat penumpang turun atau menunggu kapal, mereka bisa menikmati area tersebut,” jelasnya.

Pemprov NTB bersama BPKAD terus menjalankan proses penghapusan aset lama agar status lahan bersih sepenuhnya. Langkah ini berlangsung sebelum pemerintah pusat memulai tahap pengerjaan konstruksi fisik yang dijadwalkan pada awal 2027 mendatang. (Japriani)

Artikel Terkait