Ekonomi BisnisLombok Timur

Hadapi Lonjakan Harga, Champion Lombok Timur Siapkan Lahan 25 Hektare untuk Tanam Cabai

Lombok Timur (NTBSatu) – Champion Cabai Lombok Timur menyiapkan lahan seluas 25 hektare untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Ramadan dan Idulfitri 2027.

Langkah ini menyusul kekhawatiran terhadap cuaca panas yang berpotensi mengganggu produktivitas tanaman cabai.

Champion Cabai Nasional Lombok Timur, H. Subhan mengatakan, penanaman berlangsung pada Oktober dan November 2026. Pihaknya mengatur waktu tanam agar panen tersedia saat permintaan cabai meningkat pada akhir tahun hingga awal 2027.

“Yang perlu kita waspadai itu Desember, apalagi Nataru. Bahkan Ramadan dan Idulfitri juga sangat kita waspadai. Tidak menutup kemungkinan harganya bisa di atas Rp100 ribu per kilogram,” kata Subhan, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, cuaca panas berkepanjangan dapat mengganggu produktivitas tanaman. Kondisi tersebut berpotensi membuat tanaman hanya menghasilkan buah satu kali sehingga mengurangi peluang panen berikutnya.

Saat ini, Champion Cabai memiliki tanaman dengan usia beragam. Sebagian tanaman sudah memasuki masa panen, sedangkan tanaman lainnya baru berumur satu minggu hingga satu bulan.

Subhan optimistis persiapan tersebut mampu menjaga ketersediaan cabai di Lombok Timur dan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahkan, produksi cabai dari daerah ini masih mampu memenuhi permintaan sejumlah daerah di luar NTB.

“Untuk Jakarta, sekarang cabai dari NTB masuk kisaran 20 sampai 30 ton per malam. Bali juga kita isi,” ujarnya.

Meski demikian, Subhan mengakui kondisi produksi tahun ini belum menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan tahun lalu. Perbedaan hasil panen biasanya lebih terlihat ketika musim hujan berlangsung terus-menerus.

Pada 2025, Champion Cabai mendatangkan cabai dari Sulawesi dan Jawa Timur karena produksi lokal belum mencukupi kebutuhan.

Antisipasi Kekurangan Pasokan Cabai

“Tahun ini, insyaallah, dengan antisipasi kita mempersiapkan tanaman sejak dini, kita berharap tidak perlu mendatangkan cabai dari luar daerah,” kata Subhan.

Di sisi lain, Subhan menilai harga cabai saat ini masih relatif stabil. Dalam pasar murah di Kantor Lurah Selong, Rabu, 21 Oktober 2026, Champion Cabai menjual cabai seharga Rp40 ribu per kilogram.

Harga tersebut lebih rendah Rp15 ribu hingga Rp20 ribu dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

Pada kegiatan tersebut, Champion Cabai menyiapkan 450 paket cabai dengan kemasan seperempat kilogram seharga Rp10 ribu per paket. Aksi ini sekaligus menjadi upaya membantu masyarakat memperoleh cabai dengan harga terjangkau.

“Tidak ada istilah rugi bagi Champion. Yang penting masyarakat Lombok Timur bisa menikmati cabai dengan harga di tingkat petani,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait