Ketemu Menteri, Bupati Bima Usulkan Rp5,23 Miliar untuk Pembangunan Gudang Pertanian
Bima (NTBsatu) – Bupati Bima, Ady Mahyudi terus bekerja ekstra keras untuk memperkuat infrastruktur perdagangan daerah. Hal ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi kepentingan petani.
Salah satu langkah nyatanya, yakni mengajukan proposal permohonan alokasi dana APBN 2027. Anggaran ini untuk pembangunan fasilitas pergudangan kepada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Ia menilai, gudang ini penting dalam mendukung kelancaran perdagangan dan pengelolaan komoditas pertanian di Kabupaten Bima.
“Harapannya, pembangunan Gudang Non-SRG menjadi salah satu solusi untuk memperkuat sarana penyimpanan hasil pertanian. Terutama ketika produksi mengalami peningkatan pada musim panen,” kata Ady Mahyudi, Selasa, 20 Oktober 2026.
Politisi PAN itu mengungkapkan, dalam proposal itu mengusulkan anggaran sebesar Rp5,23 miliar kepada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Anggaran itu untuk pembangunan Gudang Non-Sistem Resi Gudang (Non-SRG) pada Tahun Anggaran 2027.
“Tentunya dukungan fasilitas penyimpanan yang memadai, harapannya hasil pertanian dapat kita kelola secara lebih baik sebelum kita pasarkan,” ujar Ady Mahyudi.
Kabupaten Bima Memiliki Potensi Daerah
Aba Ady, sapaan akrabnya menyebut, Kabupaten Bima memiliki potensi sektor pertanian. Ketersediaan infrastruktur perdagangan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat rantai distribusi komoditas dari petani menuju pasar.
Oleh karena itu ia menegaskan, usulan pembangunan gudang tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pertanian.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah daerah dalam menstabilkan harga komoditi pertanian lokal dan menjamin kelancaran arus distribusi barang,” tegas Ady Mahyudi.
Dia pun mengaku, dengan adanya sarana pendukung yang memadai, potensi ekonomi domestik Kabupaten Bima dapat dioptimalkan.
Keberadaan gudang dapat membantu menyediakan ruang penyimpanan ketika pasokan hasil pertanian meningkat. Kondisi tersebut penting agar petani memiliki dukungan sarana untuk mengelola hasil panen dan tidak semata-mata bergantung pada penjualan dalam waktu bersamaan.
Selain itu, Ady menyampaikan ketika produksi melimpah, peningkatan pasokan yang tidak diimbangi dengan kapasitas penyimpanan dan distribusi yang memadai dapat menimbulkan tekanan terhadap harga jual.
“Karena itu, pembangunan fasilitas pergudangan menjadi salah satu kebutuhan yang perlu kita perhatikan dalam penguatan sistem perdagangan daerah,” bebernya.
Selain mendukung kepentingan petani, usulan tersebut juga sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat pengamanan pasar dalam negeri dan menjaga ketersediaan stok pangan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bima berharap Kementerian Perdagangan RI dapat memberikan dukungan terhadap usulan anggaran Rp5,23 miliar tersebut. (MSR)




