Lombok TimurPendidikan

Semen Langka Hambat Revitalisasi 30 Sekolah Dasar di Lombok Timur

Lombok Timur (NTBSatu) – Kelangkaan semen sempat menghambat pengerjaan revitalisasi di 30 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lombok Timur. Meski pasokan semen kini mulai tersedia, harga material yang masih mahal menjadi persoalan bagi sekolah yang tengah mengerjakan pembangunan fisik.

Kepala Bidang Pembinaan SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Hasanudin mengatakan, kendala tersebut terutama berdampak pada sekolah yang membangun Ruang Kelas Baru (RKB) atau bangunan baru.

Sementara itu, sekolah yang hanya melakukan rehabilitasi membutuhkan semen dalam jumlah lebih sedikit.

“Terutama yang membangun-bangun, kalau yang rehabilitasi kan tidak terlalu butuh. Butuh sih, tetapi tidak banyak. Ini yang membangun ruang kelas baru atau bangunan baru,” ujar Hasanudin, Senin, 12 Oktober 2026.

Hasanudin menjelaskan, kelangkaan semen mulai dikeluhkan sejumlah sekolah pada September 2026. Saat itu, sekolah kesulitan memperoleh material untuk melanjutkan pekerjaan. Kini, pasokan semen mulai tersedia. Namun, harga yang masih tinggi menjadi persoalan lanjutan.

Ia menyarankan, pihak sekolah untuk mencatat waktu dan kondisi saat mengalami kesulitan memperoleh semen. Catatan tersebut dapat menjadi bukti apabila kendala material memengaruhi jadwal penyelesaian pekerjaan.

“Buat catatan, ada saat itu hari apa, tanggal berapa. Kalau terjadi keterlambatan pengerjaan karena kendala itu, paling tidak ada bukti yang menguatkan,” katanya.

Sekolah juga perlu berkoordinasi dengan konsultan pengawas untuk mendokumentasikan kendala di lapangan. Dokumentasi tersebut dapat membantu menjelaskan penyebab keterlambatan pekerjaan.

Kejar Target Desember

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Lalu Bayan Purwadi menyebut, kelangkaan semen dan kenaikan harga material berpotensi memperlambat program revitalisasi sekolah.

Bayan mengatakan, harga semen berdasarkan informasi yang diterimanya mencapai Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per sak. Bahkan, beberapa produk dilaporkan mendekati Rp100 ribu per sak.

“Progresnya mungkin tetap berjalan, tetapi waktunya agak lambat karena semen agak langka dan harganya cukup tinggi,” kata Bayan, Minggu, 11 Oktober 2026.

Pemerintah menargetkan pekerjaan revitalisasi sekolah rampung pada Desember 2026. Karena itu, ketersediaan material dan kelancaran pekerjaan menjadi perhatian menjelang akhir tahun.

Bayan menilai persoalan tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor. Sejumlah program pemerintah lainnya juga membutuhkan semen untuk menyelesaikan pekerjaan fisik.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur membuka kemungkinan penyesuaian melalui adendum sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, sekitar 10 sekolah penerima revitalisasi tahun 2026 telah menyelesaikan pekerjaan. Sekolah-sekolah tersebut berasal dari tahap pertama program.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masih perlu memeriksa perkembangan terbaru untuk memastikan progres sekolah lainnya, terutama yang sempat menghadapi kendala pasokan semen. (*)

Artikel Terkait