Kota Mataram

Kesaksian Tetangga Kamar Mahasiswi Unram: Korban Sosok Tertutup, Penghuni Kos Trauma

Mataram (NTBSatu) – Suasana Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinisial NDR, di Lingkungan Gomong Sakura, Kota Mataram, berubah mencekam. Garis polisi masih melintang dan ketakutan terlihat dari wajah para penghuni indekos lainnya. Kejadian tersebut menyisakan dampak psikis kepada mereka.

Tetangga kos NDR, Baiq Nurul Izqi mengaku kaget, lantaran ia menemukan kosnya yang sudah ramai dengan warga dan polisi sepulang bekerja pada pukul 23.00 Wita, saat kejadian penemuan mayat.

“Kebetulan saya pulang kerja jam 11 malam. Kaget banget, nggak nyangka. Kita lebih kaget karena statusnya sebagai tetangga sendiri. Ternyata kita tidur bareng mayat. Sampai melongo,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 21 Mei 2026.

IKLAN

Dampak psikis pasca kejadian ini sangat para penghuni lainnya rasakan. Izqi mengaku, NDR merupakan sosok yang cukup tertutup dan jarang berinteraksi dengan penghuni lain.

“Kita di sini cuma ‘say hi‘, almarhuman juga cukup tertutup dan jarang interaksi. Jadinya kita mengirangan dia mungkin keluar ke mana. Sampai saya ngiranya kamar itu sudah enggak berpenghuni, karena saking jarangnya ada orang keluar. Tetapi sandal di depan kamar tetap ada,” jelasnya.

Ketakutan melanda hingga beberapa penghuni kos memilih mengungsi ke tempat lain. “Teman-teman lain sebagian mengungsi ke kos temannya karena takut. Apalagi yang kamarnya dekat banget sama kamar korban. Kalau malam di sini suasananya parno, gelap karena lorong belakang belum ada lampu,” imbuh Izqi.

IKLAN

Izqi menuturkan, teman sekamarnya pun kini mengalami trauma psikis. Biasanya ia sering pulang ke kos di siang hari di sela-sela jam kantornya, kini ia tidak berani lagi menginjakkan kaki di kos jika sendirian.

“Kalau teman sekamar saya jadi enggak bisa sendiri, lebih ke psikisnya. Kerjanya di Unram, terus biasanya kalau siang dia pulang. Tetapi setelah kejadian ini dia enggak pulang, karena enggak berani sendiri,” tuturnya.

Kaling Perketat Pengamanan dan Sterilisasi TKP

Merespons ketakutan tersebut, Kepala Lingkungan (Kaling) Gomong Sakura, HM. Bahaudin langsung bergerak cepat memperketat penjagaan di area kos-kosan.

“Terapi selalu aman karena saya malam terus pantau juga. Ini yang saya utamakan pantau ini supaya tidak ada yang ganggu,” ucap Aji, sapaan akrabnya.

Selain menjaga keamanan fisik, Aji juga mengimbau penghuni kos untuk tetap tenang dan tidak memasuki area steril di sekitar kamar korban. Sebab, proses penyelidikan terkait dugaan kejanggalan kematian korban masih terus bergulir.

“Nanti kalau ada tersangkanya ada reka ulang, olah TKP lagi. Makanya anak-anak di sini, saya enggak boleh sampai masuk di sini. Nanti takut sidik jarinya atau bekas kakinya,” tutup Aji. (Ashri)

Artikel Terkait

Back to top button