Breaking NewsKabupaten Bima

Banjir Hantam Kabupaten Bima, Satu Jembatan Putus dan Tiga Orang Luka-luka

Mataram (NTBSatu) – Bencana banjir kembali melanda beberapa daerah di Kabupaten Bima, Rabu malam, 20 Mei 2026. Daerah terdampak adalah Desa Sumi dan Nggelu, Kecamatan Lambu. Serta, Desa Sangia di Kecamatan Sape.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin mengatakan, banjir tersebut terjadi sekitar pukul 20.58 Wita. Penyebabnya hujan sedang hingga lebat melanda wilayah sekitar.

“Kondisi itu berlangsung hingga pukul satu jam,” kata Sadimin, Kamis, 21 Mei 2026.

IKLAN

Akibat bencana tersebut, satu jembatan di Desa Sumi, Kecamatan Lambu, putus. Menyebabkan arus lalu lintas di sekitar itu terganggu.

“Dampak lain di Desa Sumi, yaitu tiga unit sepeda motor rusak ringan, tiga orang mengalami luka ringan. Sementara, lahan pertanian dan Infrastruktur umum lain masih dalam proses pendataan,” ungkapnya.

Sementara itu di Desa Nggelu, akses jalan kewenangan kabupaten rusak akibat dihantam banjir dengan ketinggian air 10 hingga 30 sentimeter. Kemudian, kerusakan lain seperti lahan pertanian dan Infrastruktur umum, masih dalam proses pendataan.

IKLAN

Berpindah di Desa Sangia, Kecamatan Sape. Dampak dari bencana banjir ini adalah terganggunya akses jalan lintas Sangia – Kowo Desa Sangia karena tergenang air campur lumpur sepanjang 100 meter. Jalan tersebut merupakan kewenangan kabupaten.

“Lahan pertanian dan Infrastruktur umum lain masih dalam proses pendataan,” ujarnya.

Terhadap insiden ini, BPBD Provinsi NTB sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima untuk melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak dan proses pendataan.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat untuk membuat jembatan darurat,” katanya.

Waspada Cuaca Ekstrem

Ia mengimbau, masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem serta bencana yang terjadi seperti banjir bandang, angin puting beliung dan tanah longsor.

Saat ini, sebagian wilayah di NTB telah mulai memasuki periode musim kemarau. Namun demikian, sebagian lain wilayah NTB masih berada pada periode transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

“Masih terdapat potensi hujan pada 10 hari mendatang, masyarakat diharapkan untuk terus waspada terhadap potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” ungkapnya.

Pada dasarian III Mei 2026 (21 – 31 Mei), terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih 50 milimeter/dasarian sebesar 50 – 80 persen yang terjadi hampir di seluruh wilayah NTB.

Terdapat peluang terjadi hujan dengan intensitas lebih 100 milimeter/dasarian sebesar 10 – 40 persen yang terjadi di sebagian Lombok Barat, sebagian Lombok Tengah, sebagian Lombok Utara, sebagian Lombok Timur, sebagian Sumbawa Barat, dan sebagian Bima. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button