60 Warga Desa Kumbang Ditemukan TB Aktif
Mataram (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB menemukan, sebanyak 60 dari 100 warga Desa Kumbang, Lombok Timur, erpapar Tuberkulosis (TB) aktif.
Penemuan kasus tersebut saat menggelar Gerakan Bersama Penemuan Aktif Tuberkulosis Terintegrasi saat Cek Kesehatan Gratis (Gebrak TB) di Kantor Desa Kumbang pada Selasa, 15 September 2026.
Temuan 60 kasus aktif ini menjadi alarm serius yang mengisyaratkan tingginya laju penularan TB di kawasan permukiman padat. Kondisi tersebut menuntut ketanggapan medis secara ketat sekaligus pembenahan lingkungan secara menyeluruh.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri menegaskan, pentingnya penanganan komprehensif dari hilir ke hulu untuk menekan potensi ledakan kasus. Penanganan ini mencakup jaminan ketersediaan obat, perbaikan gizi masyarakat, hingga penyediaan ventilasi rumah yang sehat.
“Melalui Gebrak TB ini, kami berharap dapat menemukan penderita TB sedini mungkin. Lalu mendampingi mereka menjalani pengobatan sampai tuntas sehingga rantai penularan segera putus,” ujar Fikri, Rabu 16 September 2026.
Fikri menambahkan, para penderita TB aktif wajib mendapatkan pendampingan minum obat secara disiplin. Langkah ini krusial agar pasien tidak mengalami kekebalan obat multi-drug resistant.
Kolaborasi Lintas Sektor
Guna menuntaskan kasus di tingkat desa, Dinas Kesehatan NTB tidak bekerja sendiri. Pihaknya mengandeng berbagai pihak, yakni Puskesmas Lendang Nangka, Pengawas Operasional (Wasor) TB, Kader kesehatan lokal dan Jajaran Pemerintah Desa Kumbang
Fikri meyakini, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran TB ke wilayah lain. Melalui penanganan terpadu di Desa Kumbang, Fikri bersama pihaknya menargetkan seluruh pasien terkonfirmasi dapat sembuh total dan menjadikan Desa Kumbang sebagai model penanganan dini TB bagi desa-desa lain di NTB. (Japriani)




