Usai Polemik Pengelolaan Air Gili Trawangan, Dirut PT TCN Temui Kapolda NTB
Mataram (NTBSatu) – Direktur Utama PT Tiara Cipta Nirwana (TCN), I Made Gde Putrayasa menemui Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja di ruang kerjanya.
Pertemuan pada Senin sore, 14 September 2026 itu membahas sejumlah hal terkait Gili Trawangan. Namun, pihak Polda NTB maupun PT TCN belum membeberkan secara rinci materi yang mereka bahas dalam pertemuan tersebut.
Kapolda NTB mengatakan, komunikasi dengan pihak yang berkaitan dengan aktivitas di Gili Trawangan perlu. Hal ini untuk mengetahui persoalan yang berkembang di kawasan wisata tersebut.
“Silaturahmi dan komunikasi seperti ini penting untuk membangun sinergi serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa 15 September 2026.
Direktur Utama PT TCN juga membenarkan adanya pembahasan mengenai Gili Trawangan dalam pertemuan tersebut. Namun, ia tidak merinci persoalan yang ia sampaikan kepada Kapolda.
“Kami menyampaikan beberapa hal terkait Gili Trawangan, sekaligus membangun komunikasi dan sinergi dengan Polda NTB,” ujarnya.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah perhatian terhadap pengelolaan air bersih di Gili Trawangan. PT TCN sebelumnya menjadi pihak yang terlibat dalam kerja sama penyediaan air bersih di pulau tersebut.
Materi kerja sama dan aktivitas PT TCN di Gili Trawangan sebelumnya juga menjadi perhatian sejumlah pihak. Termasuk terkait perizinan dan pengelolaan ruang laut.
Masuk Penyelidikan KPK
Sebagai informasi, kasus kerja sama PT TCN dengan PDAM Lombok Utara masuk penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah sejauh sudah memanggil dan memintai keterangan sejumlah saksi.
Salah satu di antaranya adalah Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar pada Agustus 2026 lalu.
“Saya kemarin diundang. Ada yang harus saya jelaskan. Saya ditanya mengapa melakukan kerja sama dengan PT TCN,” kata Najmul melalui sambungan telepon, Kamis, 10 September 2026.
Kepada penyidik KPK, Najmul menjelaskan, pihaknya melakukan kerja sama tersebut karena kebutuhan air bersih di Gili Trawangan. Sementara kemampuan PDAM Lombok Utara saat itu belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
“Saya jelaskan bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat di Gili Trawangan, sebagaimana pelayanan dasar kita, kita perlu menghadirkan air bersih. Kemampuan PDAM saat itu tidak mampu memenuhi,” ujarnya.
Menurut Najmul, PDAM kemudian mencari mitra untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut. Dalam proses itu, PDAM bertemu dengan Direktur Utama PT TCN, I Made Gde Putrayasa.
“PDAM mencari mitra dan bertemu Pak Gde. Alhamdulillah penawaran beliau sendiri yang menawarkan,” jelasnya. (*)




