KM Virgo Transport 8 Tenggelam, ABK Asal Mataram Belum Ditemukan
Mataram (NTBSatu) — Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 terbalik saat melintasi perairan Laut Jawa, Minggu, 13 September 2026.
Musibah tersebut turut membawa kecemasan bagi keluarga I Putu Angga Santiana (28), warga Lingkungan Saksari, Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara.
Angga bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8 dan hingga kini tim SAR belum menemukan keberadaannya.
Keluarga Angga terus menanti kabar mengenai kondisi putra mereka. Ayah Angga, I Gede Sentana mengatakan, pihak keluarga belum menerima informasi mengenai keberadaan anaknya hingga hari ketiga pencarian.
“Iya, anak saya yang menjadi ABK KM Virgo Transport 8 belum ditemukan,” ujar Gede Sentana, Selasa, 15 September 2026.
KM Virgo Transport 8 berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026.
Kapal tersebut membawa 243 orang yang terdiri atas ABK, penumpang umum, sopir, serta kernet armada logistik.
Kapal Miring hingga Hilang Kontak
Saat kapal melintasi Laut Jawa, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi menghadang perjalanan. Sekitar pukul 02.00 waktu setempat, Minggu, 13 September 2026, kapal mulai miring atau mengalami listing.
Kondisi tersebut kemudian membuat KM Virgo Transport 8 kehilangan kontak sekitar perairan Masalembo. Lokasi itu berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin.
I Gede Sentana pertama kali mendapat kabar mengenai musibah tersebut pada Minggu malam. Ia sempat tidak percaya ketika mendengar kapal tempat anaknya bekerja mengalami kecelakaan.
Pasalnya, Angga baru kembali menuju Surabaya pada Jumat, 11 September 2026, setelah pulang ke Mataram untuk menghadiri acara empat bulanan anak keduanya.
“Karena anak saya baru balik hari Jumat minggu lalu dari sini ke Surabaya, habis acara empat bulanan anaknya yang nomor dua,” katanya.
Sentana kemudian membaca sejumlah pemberitaan dan informasi melalui media sosial. Dari informasi tersebut, ia memastikan KM Virgo Transport 8 memang merupakan kapal tempat Angga bekerja.
“Ternyata benar itu kapal tempatnya Angga,” ungkapnya.
Sentana langsung menghubungi pihak perusahaan tempat Angga bekerja. Pihak perusahaan meminta keluarga menunggu perkembangan pencarian para penumpang KM Virgo Transport 8.
Namun, waktu terus berjalan tanpa kabar mengenai Angga. Sejumlah kapal juga telah membawa korban selamat, tetapi nama Angga belum muncul dalam daftar tersebut.
“Banyak yang selamat, tapi setelah tiga hari tidak ada nama anak saya. Sudah banyak kapal yang membawa korban, tapi tidak ada nama anak saya,” tuturnya.
Keluarga kemudian mendapat cerita dari rekan Angga yang berhasil selamat. Rekan tersebut menceritakan kondisi kapal yang mulai miring saat kejadian. Angga lantas naik ke bagian atas kapal untuk mengambil pelampung sekaligus membantu menurunkan sekoci.
Namun, sekoci itu ikut terbalik. Angga kemudian bertahan dengan bergelantungan pada sekoci bersama rekannya. Rekan Angga akhirnya selamat dan kini menjalani perawatan pada salah satu rumah sakit Banjarmasin.
“Sekocinya terbalik dan anak saya cuma bisa bergelantungan di sekoci itu sama temannya yang selamat. Temannya sekarang ada di rumah sakit Banjarmasin. Belum ada kabar apa-apa kalau anak saya,” jelas Gede Sentana.
Keluarga Terus Mencari
Gede Sentana tak ingin hanya menunggu kabar. Ia menghubungi Bhabinkamtibmas setempat untuk mencari informasi mengenai anaknya. Ia juga melapor kepada pihak SAR Labuapi.
“Kami diberikan data-data penumpang yang selamat dan meninggal. Tapi anak saya belum ada kabar,” katanya.
Kondisi tersebut semakin membuat keluarga cemas. Angga memiliki seorang istri dan dua anak yang masih kecil. Anak pertamanya berusia tiga tahun, sedangkan anak keduanya baru berusia sekitar lima bulan.
Gede Sentana berharap tim SAR segera menemukan Angga dalam kondisi selamat agar ia bisa kembali berkumpul bersama keluarganya.
“Semoga anak saya bisa ketemu dan berkumpul dengan keluarga. Ini anaknya masih kecil-kecil,” harapnya.
Bibi Angga, Komang Sri, juga terus berusaha mencari informasi mengenai keberadaan keponakannya. Keluarga telah menghubungi sejumlah pihak untuk membantu pencarian.
Komang Sri meminta tim SAR memperluas area pencarian menuju arah selatan dari lokasi KM Virgo Transport 8 mengalami musibah. Ia meyakini Angga masih memiliki peluang untuk bertahan hidup.
“Itu kepercayaan kami. Tolong kepada pihak yang berwenang dan tim yang mencari supaya bisa mencari ke arah selatan. Kami sangat meminta tolong ke arah selatan. Kami yakin keponakan saya itu masih selamat,” kata Komang Sri. (*)




