PemerintahanSumbawa

Pemkab Sumbawa Dorong UMKM Perkuat Merek dan Kemasan untuk Perluas Pasar

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) desa memperkuat merek, kualitas, dan kemasan produk. Langkah ini bertujuan membuka akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Adi Nusantara, S.T., M.Sc., mengatakan pihaknya terus meningkatkan keterampilan pelaku UMKM melalui pelatihan. Materi pelatihan mencakup kualitas produk, produksi, sertifikasi, standardisasi, kemasan, dan merek.

Adi menilai, sejumlah produk UMKM desa memiliki peluang pasar yang besar. Karena itu, pelaku usaha perlu menyesuaikan kualitas produk dengan kebutuhan konsumen di berbagai daerah.

IKLAN

“Upaya kita yaitu dengan memperkuat pelatihan kepada masyarakat agar produk mereka memiliki kualitas dan memenuhi kebutuhan pasar dalam skala nasional maupun internasional,” ujar Adi, Rabu, 9 September 2026.

Adi menilai, merek memiliki peran penting dalam membangun identitas produk. Karena itu, ia mengajak pelaku UMKM mengurus merek sejak awal agar konsumen dapat mengenali produk dengan mudah.

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa membuka komunikasi dengan pelaku UMKM untuk membantu proses pendaftaran merek. Pemerintah daerah dan pemerintah desa juga dapat membantu pelaku usaha mengajukan merek kepada Kementerian Hukum selama pihak lain belum menggunakan merek tersebut.

IKLAN

Ia menekankan pentingnya pembenahan usaha secara menyeluruh. Pelaku UMKM perlu memperhatikan kelembagaan, merek, produksi, sertifikasi, standardisasi, kemasan, dan kualitas secara bersamaan.

“Kita perlu merapikan kelembagaan, merek, produksi, sertifikasi, standardisasi, kemasan dan kualitas agar produk kita mampu bersaing dengan produk dari luar daerah Sumbawa,” tegas Adi.

Selanjutnya, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa terus meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan. Adi ingin pelaku UMKM mampu menghasilkan produk sesuai kebutuhan pasar nasional dan internasional.

Menurut Adi, peningkatan kualitas produk juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Semakin banyak konsumen luar Sumbawa mengenal produk lokal, semakin besar peluang pelaku usaha memperluas pemasaran.

“Kalau masyarakat di luar Sumbawa semakin mengenal produk kita, tentu hal itu bisa meningkatkan penghidupan masyarakat. Karena itu, kita harus terus meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan,” ujarnya.

Kemasan dan Kemitraan Perluas Pasar

Adi juga menyoroti kemasan sebagai salah satu faktor penting dalam pemasaran produk. Ia mengatakan wisatawan yang datang ke Sumbawa turut memperhatikan cara pelaku UMKM mengemas produk.

Karena itu, ia mengajak pelaku usaha menjadikan kemasan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Pelaku UMKM dapat memilih kemasan yang menarik sekaligus sesuai dengan karakter produk.

Di sisi lain, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa terus membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperluas pemasaran. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa juga mendorong pelaku UMKM memasarkan produk melalui jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. Akses tersebut dapat mempertemukan produk lokal dengan konsumen dari berbagai daerah.

“Kita akan terus melakukan pelatihan dengan masyarakat dan membangun kemitraan dengan banyak pihak. Harapannya, produk-produk UMKM kita bisa naik kelas, baik dari sisi kualitas, kemasan maupun keterampilan, sehingga mampu bertahan dan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas,” jelas Adi.

Adi menyebut poteng Pernek sebagai salah satu produk lokal yang memiliki peluang besar. Ia menilai produk tersebut dapat berkembang melalui peningkatan kualitas dan pemasaran.

“Kita sangat mengapresiasi karena ini sejalan dengan arah kita dalam memberikan pelatihan kepada UMKM. Poteng Pernek sudah masyarakat kenal dan masyarakat juga menyukai rasanya. Sekarang kita perlu memperkenalkan produk ini lebih luas dan meningkatkan kualitasnya agar pelaku usaha bisa mengirim produk ke luar daerah dan menjangkau lebih banyak konsumen,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait