Mitigasi Karhutla Gunung Rinjani, TO Bekali Guide dan Porter APAR Portabel
Mataram (NTBSatu) – Pengelola jasa perjalanan pendakian atau Trekking Organizer (TO) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memperketat langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah agen perjalanan mulai membekali guide, porter, hingga wisatawan dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) portabel selama menjelajah jalur pendakian.
Kepala Subbagian Tata Usaha (KSBTU) Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, mengatakan kesadaran tersebut memang harus tumbuh dari semua pihak.
“Upaya mitigasi bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas. Kepedulian juga tumbuh dari para Trekking Organizer (TO) yang membawa wisatawan menjelajah kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani,” ujarnya, mengutip akun Instagram @btn_gn_rinjani pada Rabu, 9 September 2026.
Ancaman Kemarau
Peningkatan kewaspadaan ini merespons kondisi vegetasi di sepanjang kawasan Rinjani yang semakin mengering. Karakteristik jalur pendakian yang banyak padang savana serta perbukitan kering sangat berpotensi memicu munculnya titik api. Terutama akibat faktor cuaca ekstrem maupun kelalaian aktivitas manusia.
Beberapa pelaku jasa wisata yang mencatatkan inisiatif tersebut antara lain Rudy Trekker, Rinjani Panorama, Rinjani Hero, Green Rinjani, dan RTC.
Para pengelola usaha ini mewajibkan setiap rombongan membawa unit APAR portabel sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi munculnya api selama perjalanan.
“Seperti yang dilakukan oleh beberapa Trekking Organizer, guide dan porter dalam rombongan dibekali Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ini sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi munculnya api selama perjalanan,” katanya.
Langkah Mencegah Kebakaran
Penyediaan pemadam api portabel ini berfungsi sebagai pertolongan pertama jika timbul percikan api di sepanjang jalur pendakian. Langkah antisipatif tersebut menjadi krusial untuk menekan risiko kebakaran sebelum api sempat berkembang besar dan meluas ke area hutan.
“APAR bukan sekadar perlengkapan tambahan. Ia menjadi bagian dari kesiapsiagaan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama. Hal ini untuk mencegah api kecil berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.
Pihak Balai TNGR mengapresiasi tinggi kesadaran mandiri para pelaku jasa wisata. Guide dan porter yang bersiagakan alat pemadam memperkuat sistem tanggap darurat di lapangan serta mempercepat penanganan awal saat ancaman karhutla muncul.
“Satu langkah kecil, dampak besar untuk Rinjani. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mengapresiasi inisiatif para Trekking Organizer, guide, porter, dan seluruh pihak yang turut mengambil peran dalam mitigasi karhutla,” tuturnya.
Risto mengingatkan seluruh elemen pendaki agar tetap menjaga etika lingkungan selama berada di kawasan konservasi. Ia mengimbau wisatawan tidak membuat api unggun sembarangan serta menghindari segala aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.
“Mari jadikan setiap perjalanan ke Rinjani bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang menjaga rumah yang kita datangi. Karena Rinjani adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. (*)



